Saya termasuk orang yang sangat memperhatikan pelayanan dari para pedagang baik itu saat belanja ke pasar, warung dan juga tempat makan. Karena bagi saya pelayanan itu bisa jadi daya tarik tersendiri terutama bagi konsumen yang ingin dimanjakan. Sebuah ungkapan pernah bilang “Pembeli Adalah Raja” seorang raja itu sudah selayaknya diberi pelayanan terbaik demi tercapainya tingkat kepuasan.
Pada tulisan kali ini, saya akan bicara sedikit tentang Koperasi Mahasiswa disingkat KOPMA di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sejak semua UKM, UKK, HMJ dan Senat menempati Gedung Student Centre yang baru letaknya ada di ujung paling atas kampus, KOPMA sudah mulai berjualan kembali dengan membuka kedainya. Saya melihat banyak sekali yang dijual di sini mulai dari makanan ringan, minuman, juga Koran ikut juga dijual ditambah lagi ada merchandise kampus berlabel AMUBA (Anggoan Mahasiswa UIN Bandung) yang menawarkan kaos, pin, stiker dengan kualitas terbaik.
Bicara tentang pembeli, sederhananya yang akan datang ke kedai KOPMA adalah mahasiswa yang secara sengaja atau tidak berkunjung ke Student Centre. Dari sinilah muncul berbagai jenis karakter pembeli. Ada pembeli yang sekedar membeli makanan atau minuman sehabis itu pergi lagi. Ada yang membeli sambil menunggu waktu kuliah dan ada yang menjadikan kedai KOPMA sebagai tempat untuk berkumpul bersama dengan teman-teman. Dengan banyaknya pembeli yang datang tentu akan membawa pengaruh pada naiknya omset.
Lantas yang jadi pertanyaan, adakah cara lain yang bisa mendatangkan pembeli baru untuk datang ke kedai? Disinilah seorang pengusaha harus kreatif dalam menjawab tantangan ini. Saya melihat kedai KOPMA menempati ruangan yang baru tapi kalau ditelisik lebih jeli suasananya belum memberi kenyamanan bagi pembeli. Lantai masih kotor, meja dipenuhi oleh sisa makanan, bekas kopi dan dibalik kaca jendela terlihat debu jelas menempel. Saya harus berkata jujur, kalau kebersihan kedai masih kurang dan mengecewakan.
Saya selaku konsumen yang teramat perhatian ingin menekankan soal kebersihan sebagai modal utama. Kedai KOPMA yang bersih itu bisa memberi kenyamanan tersendiri bagi para pembeli. Tidak menutup kemungkinan mereka akan betah berlama-lama di kedai dan membeli banyak makanan atau minuman di sini. Sebagai solusinya lantai harus dipel setiap hari anggap saja lantai KOPMA itu seperti lantai di rumah sendiri. Gunakan pembersih lantai secukupnya agar lantai bersih dan juga harum aroma bunga atau buah-buahan.
Setelah lantai bersih, langkah selanjutna adalah membersihkan meja yang kotor karena biasanya noda amis juga minyak menempel disana. Biasakan kepada petugas yang menjaga kedai untuk sigap membersihkan meja setelah pembeli meninggalkan kedai. Jangan sampai memberi kesan yang tidak nyaman saat pembeli baru ingin duduk di meja itu. Kalau melihat kaca sudah tidak berkilau lagi maka harus cepat-cepat membersihkannya cukup seminggu sekali dengan menggunakan pembersih kaca Cling.
Sekarang saya sudah senang, kalau melihat kedai KOPMA itu bersih. Selanjutnya mari kita bicara tentang pelayanan (service). Saya menilai selama menjadi pembeli di sini pelayanannya sudah cukup baik. Tapi, apakah itu sudah cukup? Jawaban dari saya tentu saja belum karena pelayanan yang baik itu harus mampu meninggalkan kesan bagi para pembeli. Buatlah diri kita seakan-akan dekat dan benar-benar melayani mereka dengan hati. Perbaikilah cara menyapa, tersenyum, berinteraksi dan memberikan pujian yang baik untuk mereka. Pelayanan yang menyentuh hati mampu meninggalkan kesan bagi para pembeli.
Terakhir, saya akan bahas tentang variasi menu dan juga display makanan dan minuman di kedai KOPMA. Kalau bicara tentang makanan dan minuman rasa juga ikut bicara. Maka dari itu memberikan menu yang baru adalah cara untuk menawarkan pengalaman dan juga rasa. Contohnya dari minuman, saya ingin di kedai KOPMA itu menyajikan minuman cokelat hangat dengan tampilan yang apik. Minum cokelat hangat itu dipercaya bisa memperbaiki mood seseorang. Lewat menu-menu baru kelak akan muncul rasa penasaran yang akhirnya membawa pada pemasaran. Untuk display makanan dan minuman baiknya tidak melulu ditempatkan di tempat yang sama cobalah untuk merubahnnya sesekali karena itu perlu.
Tugas saya sekarang sudah selesai. Rasanya menyenangkan kalau KOPMA sudah melaksanakan apa yang saya tulis ini dengan sepenuh hati. Setelah ini, saya yakin pengurus, pengawas dan anggota KOPMA akan tersenyum lebar karena puas dengan naiknya omset menjadi lebih besar dari biasanya. Always remember in your mind that good profit is comes from a good service.
(Hamdan Yuapi, mahasiswa bahasa Inggris yang senang menulis bahasa Indonesia)
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Maret 2014
Jumat, 19 Oktober 2012
Love In Paris, Penyegaran Baru Sinetron Indonesia
“Aku pengen banget ngerasain deg-degan kalau tangan aku dipegang sama orang yang aku sayang, aku pengen ngerasa deg-degan kalau aku dipeluk sama orang yang bener-bener aku sayang.” – Love In Paris
Waktu kemarin malam aku tidak sengaja melempar sebuah pertanyaan di twitter tentang Kota romantis baik itu di Indonesia atau di luar negeri. Pertanyaan itu mengundang respon dari para follower ada yang menjawab Bandung, Jatinangor, Yogyakarta, Cibubur, dll. Untuk di luar negeri sendiri ada yang menjawab Seoul, Venice, Milan, Barcelona, dan Paris. Ada alasan tersendiri mengapa setiap orang punya pilihan Kota romantis menurut diri mereka masing-masing. Contohnya Paris, kota yang dikenal dengan menara eifelnya menjadi Kota impian banyak orang di seluruh dunia.
Menurutku ada banyak cara untuk mengetahui lebih banyak tentang keindahan Kota Paris misalnya dengan pergi langsung ke kota impian, menggali informasi tentang Kota Paris lewat internet, menonton film, dan menonton sinetron Love In Paris. Sebenarnya, aku menyangka kalau Love In Paris merupakan sebuah tayangan Film Televisi (FTV) dimana satu cerita habis dalam sekali tayang. Ternyata setelah muncul jadwal tayangnya setiap hari berati ini bukan FTV tapi sinetron yang setiap episodenya berkelanjutan.
Tayangan sinetron di Indonesia perlu sedikit penyegaran. Masyarakat mungkin tidak merasa jenuh dengan konflik di sinetron yang kesannya dibuat-buat dan alur cerita yang tidak masuk akal. Tapi, semoga dengan hadirnya sinetron dengan setting di luar negeri bisa memberi pengetahuan baru kepada para penikmat sinetron di Indonesia. Kota Paris dikenal dengan La Grandeur, Le Bonheur, La Richesse, danl’elegance. Disana ada bukit Montmartre yang indah setinggi 130 M dan ada monumen paling terkenal di Paris yaitu Arc De Triomphe, sebuah gapura kemenangan dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte dengan tujuan menghormati jasa tentara kehormatannya.
Love In Paris merupakan karya istimewa dari ScreenPlay Production dibintangi oleh Michelle Zudith, Rio Dewanto, Yunita Siregar dan Dimas Anggara. Berikut cuplikan dari sinetron Love In Paris yang mulai tayang hari Senin, 22 Oktober 2012 di SCTV pukul 19.30
Sondtrack sinetron Love In Paris diambil dari lagu milik Sammy Simorangkir (ex vokalis Kerispatih) berjudul “Dia”.
Sammy Simorangkir - Dia (OST Love In Paris)
Waktu kemarin malam aku tidak sengaja melempar sebuah pertanyaan di twitter tentang Kota romantis baik itu di Indonesia atau di luar negeri. Pertanyaan itu mengundang respon dari para follower ada yang menjawab Bandung, Jatinangor, Yogyakarta, Cibubur, dll. Untuk di luar negeri sendiri ada yang menjawab Seoul, Venice, Milan, Barcelona, dan Paris. Ada alasan tersendiri mengapa setiap orang punya pilihan Kota romantis menurut diri mereka masing-masing. Contohnya Paris, kota yang dikenal dengan menara eifelnya menjadi Kota impian banyak orang di seluruh dunia.
Menurutku ada banyak cara untuk mengetahui lebih banyak tentang keindahan Kota Paris misalnya dengan pergi langsung ke kota impian, menggali informasi tentang Kota Paris lewat internet, menonton film, dan menonton sinetron Love In Paris. Sebenarnya, aku menyangka kalau Love In Paris merupakan sebuah tayangan Film Televisi (FTV) dimana satu cerita habis dalam sekali tayang. Ternyata setelah muncul jadwal tayangnya setiap hari berati ini bukan FTV tapi sinetron yang setiap episodenya berkelanjutan.
Tayangan sinetron di Indonesia perlu sedikit penyegaran. Masyarakat mungkin tidak merasa jenuh dengan konflik di sinetron yang kesannya dibuat-buat dan alur cerita yang tidak masuk akal. Tapi, semoga dengan hadirnya sinetron dengan setting di luar negeri bisa memberi pengetahuan baru kepada para penikmat sinetron di Indonesia. Kota Paris dikenal dengan La Grandeur, Le Bonheur, La Richesse, danl’elegance. Disana ada bukit Montmartre yang indah setinggi 130 M dan ada monumen paling terkenal di Paris yaitu Arc De Triomphe, sebuah gapura kemenangan dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte dengan tujuan menghormati jasa tentara kehormatannya.
Love In Paris merupakan karya istimewa dari ScreenPlay Production dibintangi oleh Michelle Zudith, Rio Dewanto, Yunita Siregar dan Dimas Anggara. Berikut cuplikan dari sinetron Love In Paris yang mulai tayang hari Senin, 22 Oktober 2012 di SCTV pukul 19.30
Sondtrack sinetron Love In Paris diambil dari lagu milik Sammy Simorangkir (ex vokalis Kerispatih) berjudul “Dia”.
Sammy Simorangkir - Dia (OST Love In Paris)
Langganan:
Postingan (Atom)
