Kamis, 30 Mei 2013

Membongkar Rahasia Cinema Ciromedo

Sudah lama aku menyimpan rasa penasaran ini darimana sebenarnya film-film baru itu didapatkan. Aku dibuat kaget setiap kali membuka folder bertuliskan Cinema Ciromedo didalamnya dipenuhi oleh puluhan film baru, dari sekian banyaknya judul selalu terselip folder bertuliskan X-Art mungkin itulah puncak klimaks dari itu semua. Adanya poster adalah sebagai bentuk gambaran sebagian isi dari film dan sebuah totalitas dari Cinema Ciromedo.

Tidak butuh waktu lama dari Cileunyi untuk pergi ke Ciromed jarak tempuhnya dekat ditambah jalan menuju kesana tidak padat oleh kendaraan. Salah satu kampus negeri terkenal di daerah Jatinangora aku lewati, sekilas pandanganku tertuju pada kehidupan malam disana yang tidak pernah sepi. Dari kegagalan membeli martabak untuk mang Omed aku belajar bahwa membeli sesuatu itu lebih baik ketika sang penjual itu ada di depan mata dan jangan menunggu nanti.

Melewati jalanan terjal dan menungkik menjadi tantangan terberat untuk menuju Ciromed disamping jalannya yang licin, aku sendiri khawatir pada kondisi ban motor yang karetnya sudah menipis. Akhir dari perjalanan membawaku pada sebuah rumah sederhana disekelilingnya dipenuhi oleh pepohonan rimbun rasanya sejuk sekali. Suara-suara dari alam mengalun indah dengan jujur.

Aku berdiri tepat di depan pintu rumah, Ozan mengetuk pintu rumah itu sambil mengucapkan salam dan berteriak pelan nama “Omed” belum ada jawaban dari pemilik rumah. Aku menunggu sebentar sambil berharap pintu segera dibuka. Sampai akhirnya keluarlah sosok lelaki bertubuh besar dengan tatapan genit layaknya seorang tante muda atau bisa dibilang mamah muda dalam bahasa kerennya mahmud. Ia mempersilahkan kita masuk dan langsung menuju kamarnya.

Disinilah aku melihat kamar dari seorang lelaki lajang kesepian yang sehari-hari mengumpulkan film demi menuntaskan hasrat dan mengusir kegelisahan. Dalam keadaan haus berlebih, aku disuguhi minuman hangat yang pas yaitu segelas teh tarik belum lagi ada ali agrem makanan manis yang bentuknya menyerupai donat. Terlihat satu film di komputer yang belum habis ditonton. Aku masih belum tahu darimana film-film baru itu didapatkan karena rahasianya belum terbongkar.

Obrolan tentang mahmud menjadi penting sebagai pembuka karena hampir semua dari kita terkagum-kagum setiap kali melihat sepak terjang mereka, aku misalnya lebih suka melihat mahmud di pusat perbelanjaan, mang Omed suka melihat mahmud di pasar-pasar dekat rumahnya dan Ozan lebih suka mengincar mahmud di undangan perkawinan atau acara sunatan.

Kembali lagi ke tujuan awal, kedatanganku kali ini lebih tepatnya untuk meminta koleksi film-film terbaru dari Cinema Ciromedo sambil sedikit ingin tahu perkembangan film-film di Eropa kepada pengamat film terkemuka yaitu mang Omed. Ketika itu di ruang produksi Cinema Ciromedo sedang heboh dengan film bergenre komedi romantis yang diperankan oleh Cameron Diaz berjudul “Gambit”. Cukup dengan satu modem dan kesabaran satu film bisa selesai di waktu malam itulah sedikit rahasia yang mulai aku ketahui.

Aku merasa perut ini belum disesaki oleh makanan apa pun. Tanpa perlu isyarat dan permintaan mang Omet pergi meninggalkan kita berdua untuk memasak mie di dapur. Tidak lama dua mangkuk mie kuah tersaji, aku tidak menyangka ia bisa memasak mie rebuh dalam waktu sesingkat itu. Sebuah teko yang isinya teh hangat dituangkan dengan penuh kelembutan. Aku dan Ozan sendiri jadi terharu dan ingin meneteskan air mata ketika itu. Keinginan untuk meneteskan air mata seakan sirna saat semangkuk mie kuah menghampiri lidahku rasa nikmatnya melupakan segalanya. Terima kasih tante genit Omed atas nikmatnya malam dalam semangkuk mie dan secangkir teh.

Malam sudah semakin larut tiba waktunya untukku pergi meninggalkan ruang pertunjukan Cinema Ciromedo, tiga film baru sudah aku simpan dengan baik di sebuah flashdisc hitam milik Ozan. Aku pulang dengan perut kenyang dan hati riang.

Sabtu, 16 Februari 2013

Daily Inspiration From Qur'an

"Katakanlah, 'Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."
(QS Al-Kahfi (18); 109).

Rabu, 13 Februari 2013

Skenario Penjebakan Iqbal

Sudah sejak lama lelaki itu memelihara rambutnya untuk tetap panjang, mengikatnya dengan karet demi membuat  rambutnya tertata rapih membentuk gelembung di kepalanya. Tercipta kesan santai dari setiap gerak geriknya. Hari ini, aku tidak lagi melihat rambut keriting sepanjang dulu. Penampilannya kini sudah seperti pegawai kantoran. Tidak hanya aku yang keheranan tapi juga teman-temannya yang lain di kampus.

Aku dibuat terkejut ketika mendengar cerita dari Norman tentang kegiatannya selama magang di salah satu bank syariah. Bukan tentang nominal uang yang ia ceritakan tapi malah menyebutkan satu persatu nama pegawai wanita disana seperti Ibu Novi, Ibu Endah, dll. Temanku ini magang sebagai bagian marketing yang tugasnya mempromosikan setiap layanan, membagikan brosur dan mengikuti kemana manager pergi misalnya datang ke sebuah acara di hotel Savoy Homan. Berada di lingkungan pegawai bank membuat uangnya cepat habis untuk nongkrong dan membeli konsumsi. Aku menulis kali ini bukan dalam rangka promosi Bank Syariah Mandiri. Setiap pagi sebelum bekerja harus membaca ayat-ayat Al-Qur’an terlebih dahulu dan mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh manager atau dari pegawai sendirinya. Sebagai kampus islam mahasiswa UIN dipercaya bisa untuk menyampaikan ceramah sampai-sampai ia mendapat kesempatan untuk ceramah.

Bank Syariah mandiri punya layanan tabungan priority yaitu tabungan untuk nasabah dengan saldo awal sekitar 500 juta. Kelebihannya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Untuk meningkatkan pelayanan tidak jarang ada pelatihan untuk customer service. Di kantor ada ruangan untuk tenis jadi sehabisa jam kerja biasanya para pegawai langsung bermain tenis.

Cerita beralih pada surat pengunduran diri bertuliskan sebuah nama Penny, dia menjabat sebagai bagian sekretaris umum di kepengurusan tahun ini. Pengunduran diri ini terjadi belum begitu lama, ada tiga alasan yang sempat aku baca salah satunya adalah sudah tidak fokus dan produktif lagi. Penny yang aku kenal adalah seorang wanita yang lembut itu terlihat dari caranya bicara pelan dan temponya tidak pernah secepat laju detak jantung ketika berdegup kencang. Untuk memastikan berita itu, aku sampai bertanya ke Norman tiga kali dengan pertanyaan yang sama. Obrolan sengit sempat terjadi antar sesama anggota SUAKA karena Penny mengundurkan diri.

Seorang lelaki biasanya punya rencana terpendam untuk membuat temannya ikut merasakan kepedihan hatinya. Hal ini terjadi secara nyata tidak pernah didasari oleh apa pun. Salman mengenal baik seorang Iqbal itu dibuktikan dari setiap smsnya yang dikirimnya ke Alin sampai hafal secara detail. Pradi punya rencana untuk membuat Iqbal menjadi khawatir pada pacarnya. Mungkin selama di lokasi KKM bisa saja terjadi cinta lokasi mengingat dibalik uniknya wanita berkacamata ini ada semacam magnet yang bisa mengundang cinta untuk datang. Pradi telah membuat skenario untuk menjebal Iqbal, dia membuat kabar kalau Alin terlibat cinta lokasi bersama teman sekelompoknya. Tujuan penjebakan ini Cuma satu ingin membuat Iqbal patah hati.

Iqbal sudah berdiri dari luar dan mulai masuk menyapa semua yang ada di sekre. Ia mendapat serangan pertanyaan awal tentang kabar terbaru seputar KKM?

“Bal, kamu tahu nggak selama Alin di Sukabumi kegiatannya apa aja?” tanya Salman

Dari dalam suara sorak tidak berhenti untuk meruntuhkan keyakinan cinta Iqbal. Aku, Pradi, Norman, Salman dan Ozan. Belum sampai ke tahap selanjutnya, Alin sudah datang dibalik pintu itu artinya rencana Pradi untuk membuat Iqbal patah hati gagal. Untuk meluapkan kegagalan bersama ini, kita terus berteriak-teriak dan mengeluarkan pertanyaan yang tidak bisa dikontrol oleh pikiran. Jangan pernah bayangkan bagaimana ekspresi dari wajah Alin ketika itu. Ia sengaja pulang ke Bandung dari Sukabumi untuk pergi ke Jakarta menghadiri acara Indonesia Fashion Week 2013.

KKM dijalani tidak sendiri tapi berkelompok dimana setiap kelompoknya diisi oleh orang yang berbeda-beda. Alin bercerita kalau semua anggota wanita di kelompoknya pernah menangis karena dibentak oleh ketua kelompok alasannya sederhana karena makan sendiri-sendiri. Apa yang dibutuhkan bukan hanya bicara tapi tindakan nyata.Konfilik bisa saja terjadi silih berganti tapi kebersamaan antar kelompok itulah yang sulit dilupakan untuk menjadi cerita di kemudian hari.

Tidak lama Iqbal pergi untuk mengantar Alin, pada akhirnya juga rencana Pradi telah berhasil digagalkan oleh Alin sendiri. Kini giliran kita untuk menggoyahkan keyakinan cintanya pada Wulan. Pradi senang di kelompok KKM wulan tidak ada yang ganteng kekhawatiran akan cinta baru itu sedikit tersingkir. Aku bisa melihat betapa gelisahnya Pradi membalas setiap sms dari pacarnya. Sampai-sampai ia bilang kalau Wulan membalas smsnya dengan marah dan bilang

“Bagus ya sekarang udah gampang lupa”

Kamis, 31 Januari 2013

Melepas Urat Kemaluan Demi Dua Snack Kotak

Rabu, 30 Januari 2013
Sama seperti hati, tidak ada seorang pun yang bisa menebak apa isi dari sebuah kotak. Bisa saja kotak itu berisi pertanyaan atau pesan bukan dari manusia. Aku telah dibuat tidak berdaya dan hati ini seakan luluh demi mendapatkan satu kotak di dalam plastik besar yang tersusun rapih. Ternyata sebelum aku sudah ada orang lain yang mencicipi isi kotaknya. Saat kupegang beratnya tidak seberapa. Tidak lama setelah itu, aku malah menyimpan kotaknya di sudut ujung yang tidak terjamah oleh mata elang. 

Selasa, 08 Januari 2013

Diam-Diam Lelaki Juga Suka Membaca Majalah Wanita

Minggu, 6 Januari 2013 
Pundakku memikul tas hitam yang lebih berat dari biasanya karena di dalamnya ada laptop, aku pergi dibekali uang jajan dari ibuku hasil jerih payah ayah bekerja. Motorku ada sedikit masalah sehingga terdengar suara benturan antara rantai dan besi tapi itu tidak membuatku kalah sebelum berperang di jalanan. Hari ini ada janji tertulis tapi tidak terucap untuk bertemu dengan Bayu di Perum Damri Soekarno Hatta, ia tidak ada uang sama sekali sehabis lulus jadi sarjana masih mengais-ngais pekerjaan.

Sepanjang jalan peredaran anak-anak punk berkaos hitam bertambah banyak. Kehadiran mereka tidak lain untuk menonton acara konser musik metal. Hitam menjadi warna pengukuh identitas. Aku melihat seorang pasangan dari kelompok ini berjalan saling berdampingan, mereka berdua sama-sama mengenakan kaos hitam, kesannya kumuh dan sang lelaki berpotongan rambut layaknya personil band metal. Sejak musim hujan kondisi jalan raya banyak dipenuhi oleh lubang ditambah dengan genangan air. Jika aku terlalu cepat melaju dan tidak hati-hati bisa berakibat kecelakaan. Motor dan mobil bagaikan kendaraan harapan menuju tempat tujuan.

Metro Soekarno Hatta sudah aku lewati artinya Perum Damri telah dekat. Sampai di depan Perum Damri aku menunggu di persimpangan jalan. Puluhan tukang ojek tengah bersantai sambil menunggu penumpang. Mungkin Bayu sudah melihat sosokku dari jauh sehingga tidak perlu lagi susah mencariku. Ia tampil menawan dengan kemeja kotak-kotak biru dan celana jeans cokelat. Aku mengendalikan laju motor dengan arah tujuan menuju asrama dua saudara. Dari belakang ada motor yang mendekat ke arahku pengemudi motor itu berteriak, aku menengok ke belakang wajahnya kukenali dengan baik, dia Salman. Kini dua motor melaju bersamaan, liburan semester ganjil membuat suasana terasa tepi itu terasa ketika aku sampai di Asrama Dua Saudara.

Salman bercerita kalau dirinya berkumpul bersama para jomblo di malam minggu kemarin di rumah Pradi. Baginya masih ada sisa kasih sayang yang tercurahkan lewat tayangan FTV. Lain dengan Bayu yang mengenalkan produk goodie bag produksinya bersama Aziz. Produk ini dipasarkan di Museum KAA sebagai marchandise dengan harga Rp 35.000,- ia mengaku desain goodie bag karyanya lebih banyak yang memesan daripada desain buatan Aziz. Sebelum hujan turun di waktu sore, kita bertiga langsung melesat pergi ke Gramedia.

Toko buku Gramedia Bandung terletak di lokasi yang strategis tapi masih belum bisa menarik banyak anak muda untuk berkunjung ke toko buku ini. Aku pertama kali melempar tatapan kedua mata ini ke arah rak berisikan majalah-majalah edisi terbaru. Dari setiap sampul tertuang berjuta keindahan, aku seperti menemukan kesegaran perawajahan media di tahun ini. Wajah-wajah cantik dan populer tercetak sempurna, bagi lelaki yang ingin lebih memahami wanita seharusnya membeli majalah untuk wanita. Alasannya karena apa yang wanita inginkan semua ada disana.

Aku dan Salman menyukai desain apalagi Bayu, kita bertiga sekarang berdiri di depan rak buku-buku impor tentang arsitektur rumah dan desain. Semua buku tertutup rapat oleh plastik tipis, aku menyentuhnya pelan-pelan, sayangnya buku semahal ini tidak bisa aku miliki. Malam datang menandai berakhirnya kunjungan kita bertiga di toko buku Gramedia.

Malam ini perutku belum terisi makanan, bunyinya berkoar-koar seperti aksi demontrasi mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah. Aku melangkah masuk ke Angkringan di jalan Ganesa berdekatan dengan kampus ITB. Sambil menikmati makanan yang sudah dipesan, kita bertiga mulai mengobrol. Awal tahun ini AddictedArea akan hadir dengan tampilan baru dan Bayu resmi bergabung sebagai bagian creative marketing. Setelah perut terisi dan ide-ide terlontarkan, aku kembali pulang ke tempat peristirahatan. Bintang perlu gelap untuk bisa bersinar dan manusia perlu waktu untuk berisrirahat.

Keesokan harinya, aku pergi ke toko buku Gunung Agung untuk membeli majalah Go Girl! edisi Januari 2013 secara diam-diam tanpa Salman dan Bayu. Ketertarikanku tertuju pada ulasan bulan ini tentang pop writing. Diam-diam lelaki juga suka membaca majalah wanita.

Jumat, 04 Januari 2013

Perayaan Tahun Baru Mereka

Selamat tahun baru 2013

Aku harus membuka kembali ingatan tahun lalu, diceritakan ada dua anak magang SUAKA punya kedekatan lain dari biasanya. Hubungan keduanya masih sebatas teman waktu itu, tapi tidak tahun ini. Ada cerita cinta baru lahir dari SUAKA. Apa yang menonjol dari keduanya adalah sama-sama memakai kacamata tapi berlainan jenis kelamin. Setahuku tidak pernah ada panggilan sayang, keromantisan mereka berdua tidak pernah ditunjukan kepada publik. Pada malam perayaan tahun baru keduanya saling berjauhan, aku mengetahuinya dari tulisan di blog recycle bin no right click. no empty recycle bin would be.

Alin dialah wanita yang dimaksud menulis di blognya dengan judul “New Years Eve. So What?” isi tulisannya menceritakan tentang perayaan tahun baru bersama keluarga. Ia tidak suka mengikuti kebiasaan orang lain merayakan tahun baru dengan pergi ke sebuah tempat dan ia tidak ingin membiasakannya. Apa yang menarik dari tulisan Alin adalah seseorang bernama Kryptonite, Tuhan mempertemukan mereka berdua tahun ini. Kryptonite yang dimaksud adalah Iqbal dia mahasiswa jurusan jurnalistik aktif di sebuah lembaga pers mahasiswa. Ia rela memotong rambutnya yang panjang untuk berkunjung ke rumah Alin mungkin yang terbesit di otaknya waktu itu tipe menantu idaman mertua adalah lelaki berambut pendek dan rapih.

Setiap orang punya harapan masing-masing di tahun baru ini contohnya Alin yang berharap bisa fokus KKN, proposal, skripsi dan lulus tahun ini benar-benar gambaran tepat mahasiswi tingkat akhir. Harapan lainnya adalah setelah lulus nanti bisa bekerja dan menikah tanpa harus menunggu berlama-lama. Alin ingin berat badannya kembali ke semula di angka 40 sedangkan Iqbal akan kembali berkunjung ke rumahnya sesuai dengan waktu yang telah direncanakan olehnya.

Cerita lain tentang tahun baru aku dapatkan dari seorang wanita yang usianya genap 20 tahun, aku bisa merasakan masih ada sisa kenangan lama pada dirinya. Hatinya belum terobati sepenuhnya, sisa jahitan luka tidak tampak tapi kepedihannya bisa dirasakan. Wanita itu merayakan tahun baru di tengah-tengah hangatnya sebuah keluarga, berkumpul dan menonton TV. Ia tidak pernah merasakan malam tahun baru bersama seseorang yang spesial.

Sentuhan lembutnya di malam tahun baru, ia berikan pada blog miliknya dengan nama Bukan Tulisan Luar Biasa tercatat tulisan terakhirnya di blog pada bulan September tahun 2012. Rasa sesal menghinggapi dirinya karena dalam satu tahun tidak mencapai 20 tulisan sama sekali. Waktunya terbuang dengan mengenaskan. Kemalasan mengalahkan segalanya. Ia menulis sebuah harapan yaitu “aku harus mampu menulis dan mengisi blog ini lebih banyak dan berbobot dibandingkan tahun 2012,” seperti itulah harapannya yang di tulis di blog. 

Cerita ketiga masih berlanjut, Desti pertama kalinya merayakan tahun baru bersama teman sekelasnya. Bagi wanita manis ini tahun 2012 dilalui dengan banyak kenangan indah, ia mengikuti ajang putri jurnal dan selain itu RINTIS mulai terbentuk. Awal terbentuknya sendiri berawal dari obrolan-obrolan ringan penuh impian dan harapan. RINTIS beranggotakan dua orang mahasiswa yaitu Saepul Hamdi, Fahmi Islami dan satu orang mahasiswi yaitu Desti Puspaningrum.

Kosan Opa menjadi tempat berkumpulnya Desti dan teman-temannya, ia datang bersama Lele pukul 13.00 Faqir, Oma dan Omet sudah ada di kosan lebih dulu. Menjelang sore Desti dan Oma mulai memperiapkan ayam untuk dimasak, satu persatu teman yang lain mulai berdatangan menambah semarak perayaan seperti Ojak dan Mamang. Langsung menuju kesimpulan, acara makan, melihat pesta kembang api dari luar pagar, bermain Uno sampai subuh itu semua terjadi pada Desti dan teman-temannya. Mungkin itulah manisnya pertemanan di semester-semester awal.

Untuk cerita keempat ini, aku seharusnya masuk ke dalam cerita dari empat orang pria yang merayakan tahun baru di Asrama Dua Saudara. Sejak hujan menahanku di rumah, aku memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana. Salman memberitahuku kalau di SUAKA tidak ada acara sama sekali baik dari pengurus atau pun anggota magang. Ia bercerita di malam tahun baru melihat pesta kembang api gratis di gunung Manglayang. Momen ini bisa dibilang spesial karena kehadiran Efrin, Andika dan Dodi di malam tahun baru untuk saling menukar cerita cinta bersama wanita pujaan mereka. Salman beruntung bisa mendengar kisah cinta Efrin dan Dodi. 

Postingan pertamanya di tahun ini membuat Salman kalut, dia dipaksa menjalani hari-hari yang berantakan. Semoga kalut tidak berubah menjadi kemelut. Dosen dan mata kuliah adalah dua hal yang membosankan, kini yang tertanam di kepalanya hanyalah mengejar karir. Mungkinkah dia akan meninggalkan aktivitas seperti mengobrol, nongkrong dan percintaan. Aku tidak bisa menjawab, silahkan tanyakan langsung pada dia. Salman tidak mungkin menolak ajakan wanita apalagi wanita itu punya nilai spesial di hatinya. 

Itulah empat cerita berbeda tapi ada sedikit kesamaan tentang perayaan tahun baru. Semua cerita ini aku ambil dari blog temanku. Sekali lagi aku mengucapkan selamat tahun baru 2013.

PS: Mulailah menulis dari hal yang kamu ketahui

Sabtu, 29 Desember 2012

Membeli Air Mata

Langkahku terhenti di depan sebuah tangga menuju bioskop 21 Jatos, aku mengetik sms untuk mengetahui keberadaan temanku.

“Utee lagi di mana?” begitulah isi smsnya
 “Aku di foodcourt,” balasnya
Aku membalas lagi smsnya “Aku udah ada di depan foodcourt,” kataku.

Tampak dari jauh dua orang wanita berjalan mendekat dan menunjuk ke arahku, kursi di dekatku yang tadinya kosong mulai ditempati olehku dan mereka berdua. Foodcourt ini sering digunakan sebagai tempat berkumpulnya anak muda. Mereka datang, saling bertemu, memesan makanan, dan mengobrol sampai berjam-jam membicarakan banyak hal. Uteee dan Lia tengah menikmati minuman yang mereka beli. Minuman itu menarik perhatianku untuk mencobanya, aku bertanya pada Uteee “Itu minuman apa te.” Kataku.

Lalu ia menjawab “Gak tau sih ini apaan, mau nyobain gak?” katanya.

Aku membaca nama minumannya Air Mata Kucing , minuman kesehatan khas Malaysia. Warnanya coklat muda sama seperti teh, aku mulai mencoba menyedotnya. Rasanya tidak terlalu manis dan agak sedikit asam. Dalam hati aku berucap, kenapa minuman dari Malaysia ini bisa dijual di Indonesia terlebih rasanya terasa aneh di lidahku.

Minuman Air Mata Kucing aku berikan kembali kepada Uteee, es di dalamnya sudah mencair tak tersisa lagi. Tinggal beberapa menit lagi film 5cm akan tayang di bioskop. Aku menjadi pendengar setia obrolan dua wanita di depanku. Obrolan panjang keduanya sempat terpotong sebentar karena kedatangan dua orang teman mereka. Satu dari mereka duduk dan satu lagi memilih untuk berdiri.

Aku, Uteee dan Lia sudah masuk ke studio, kita bertiga mendapat kursi di jajaran depan dekat dengan layar bioskop. Kursi di studio hampir terisi semua oleh penonton. Lampu studio mulai di gelapkan dan akhirnya aku bisa mulai menonton film 5cm. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Donny Dirgantoro berkisah tentang persahabatan 5 anak muda dengan segala keunikan masing-masing, mereka adalah Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian. Mimpi mereka berlima adalah menaklukan puncak gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu gunung Mahameru.

Sejak awal pengenalan karakter seluruh penonton sudah dibuat tertawa. Hal-hal lucu ditampilkan dengan polos dan tidak ada kesan dibuat-buat. Kehadiran para pemain muda seperti Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Pevita Pearce, Igor Saykoji, dan Denny Sumargo menjadi daya tarik dari film yang disutradari oleh Rizal Mantovani ini. Selain itu film 5cm mulai tayang di bioskop di tanggal cantik 12.12.2012.

Genta merasa persahabatan mereka selama ini hanya begitu-begitu saja. Ia mengusulkan untuk tidak bertemu dan menghentikan komunikasi antara mereka berlima selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, mereka berlima akan bertemu di sebuah tempat yang masih dirahasiakan. Genta menjanjikan ini akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan selama hidup. Dari sinilah mimpi untuk menaklukan puncak gunung tertinggi di Jawa dimulai.

Pendakian demi pendakian membawa mereka berlima pada tantangan terakhir menaklukan puncak gunung Mahameru. Suasana romantis berubah menjadi ketegangan, aku bisa melihat itu dari raut muka Uteee dan Lia. Dikuatkan oleh scoring musik yang menegangkan. Arial merasa tidak sanggup lagi menuju ke puncak karena kedinginan, Ian terus berusaha mendaki,. Tiba-tiba banyak bebatuan dari puncak jatuh ke bawah. Dinda terjatuh, telinganya terluka dan Ian tidak sadarkan diri. Mata Lia dibanjiri air mata karena sedih dan khawatir Ian akan mati. Uteee juga mulai meneteskan air mata tapi tidak dengan aku. Ian terus dibangunkan, keempat sahabatnya tidak ingin ia mati. Ian akhirnya bisa kembali sadar, mereka berlima berhasil mewujudkan mimpi menaklukan puncak gunung Mahameru di tanggal 17 Agustus.

Seandainya tadi sebelum menonton Uteee dan Lia tidak membeli minuman air mata kucing mereka berdua tentu tidak harus menangisi lelaki bernama Ian yang matinya hanya pura-pura. Aku bangga bisa tinggal di Indonesia karena keindahan alamnya. Film 5cm mengajarkan untuk percaya pada kekuatan mimpi, persahabatan, dan cinta.