Sabtu, 12 Februari 2011

Cerita Dari Pers Conference Bottlesmoker Asian Tour 2011

Untuk pertama kalinya aku datang untuk menghadiri Pers Conforence Bottlesmoker bertempat di Common Room. Duo angkut dan Nobie ini akan menggelar tour di 5 negara di Asia. Sedikit informasi Bottlesmoker adalah musisi kamar yang mengusung genre electronik, musik yang mereka hasilkan berasal dari equipment-equipment mainan, sehingga suara yang dihasilkan begitu unik.

Pers Conference dijadwalkan akan dimulai pada pukul 15.00. Aku menyangka orang-orang akan datang sebelum pukul 15.00 ternyata ketika aku mendaftar kesana belum ada seorangpun dari media yang datang. Aku jadi orang pertama yang mengisi absen ketika itu ditemani oleh temanku Godi. Aku sempat berkenalan dengan manajer Bottlesmoker Yulius namanya. Tour Bottlesmoker kali ini di sponsori oleh clothing local Screamous itu terbukti dari poster tour Bottlesmoker yang diberikan padaku.

Berhubung acara belum dimulai aku memutuskan untuk berkeliling-keliling disekitar Common Room. Kebetulan hari itu juga ada pameran komik karya dari Pecandupagi. Common Room jadi tempat yang mencatat banyak sejarah pergerakan kreativitas anak muda di Bandung. Tempat ini juga yang memberi ruang pada Bottlesmoker untuk menyebarluaskan musik mereka.

Suasana Common Room semakin ramai setelah para tamu undangan dan media lainnya berdatangan. Akhirnya acara Pers Conference Bottlesmoker dimulai. Sejak awal-awal kang Gustaff sebagai pembawa acara telah melempar banyak lelucon seperti “Keprok Heula Barudak” jadi acara sore itu tidak begitu kaku. Yulius sebagai manager dari Bottlesmoker mendapat kesempatan pertama untuk menceritakan perjalanan Bottlesmoker dari awal sampai saat ini. Yulius melihat potensi yang ada dalam diri Bottlesmoker oleh karena itu ia mau membantu mereka untuk menyebarkan musik yang dibuatnya. Sejak awal kemunculannya Bottlesmoker menganut faham free musik share jadi setiap musik yang mereka ciptakan dibagikan secara gratis. Bottlesmoker agak kesulitan untuk mengenalkan musik ke electronik di Indonesia justru mereka mendapat apresiasi yang luar biasa di luar sana. Giliran Angkuy yang kini bercerita dia mengungkapkan sebenarnya tawaran untuk manggung di luar negeri sudah ada sejak tahun 2008. Tapi yang menjadi masalahnya selama ini adalah ongkos flightnya kesana. Bottlesmoker mendapat kehormatan untuk mewaliki Indonesia di ajang A*FEST Festival di Filipina tapi gak banyak yang tau tentang itu.

Setelah Bottlesmoker dan managernya Yulius bercerita panjang lebar. Kini giliran temen-teman media dan tamu undangan untuk bertanya. Temanku Godi bertanya kepada Bottlesmoker dengan tiga pertanyaan. Salah satunya, Apa ada rencana untuk nambah personil lagi? kan kalian ini berdua pertanyaan itu yang mengundang tawa semua yang ada di Common Room. Bottlesmoker menjawab engga, dua aja udah kewalahan kita. Aku juga ikut bertanya “Berdasarkan pengalaman dari tour luar negeri sebelumnya, apa yang membuat publik di Asia suka dengan musik dari Bottlesmoker? Nobie menjawab “Karena kita dari timur, orang timur itu dikenal ramah-ramah. Jadi pas sampai kesana ramah aja sama semua orang” Yulius menjawab “kita objektif aja, menurut gue konsep dari Bottlesmoker ini bisa dibilang unik dan belum ada di Indonesia. Musik mereka hasil dari equipment mainan dan benda-benda unik lainnya”. Angkuy bercerita kalau sampai di Brunei nanti kita gak boleh bilang Bottlesmoker jadi kalau ditanya kita mau promo aja dengan nama BS. Karena pemerintah disana melarang menggunakan nama smoke yang artinya morokok. Di Brunei juga kita tidak boleh pake baju warna kuning karena itu warna kesultanan. Kalau kita pake nanti kita ditangkap.

Sebuah pencapaian yang luar biasa dari Bottlesmoker ini patut diberikan apresiasi positif. Pers Conference pun berkahir dan Bottlesmoker siap mengguncang 5 negara di Asia dalam tournya selama 19 hari. Tour dimulai tanggal 26 Febuari dan berakhir tanggal 16 Maret 2011. Dimulai di kota Kuala Lumpur dan berakhir di Medan Indonesia. Sukses untuk tour Asianya Bottlesmoker.

Senin, 31 Januari 2011

Happy New Year 2011

Selamat tahun baru 2011. Sorry banget ngucapinnya agak-agak telat, eh ini bisa dibilang super telat sekarang kan udah akhir bulan Januari. Tahun 2010 kemarin pasti banyak hal berkesan yang kamu rekam dalam ingatan. Tahun baru, udah pasti punya resolusi yang luar biasa. Aku juga sih punya banyak resolusi salah satunya ingin punya pacar. Kenapa? aku juga belum bisa nemuin alasannya yang pasti aku ga mau jomblo lagi.

Bulan Januari ini kuliahku lagi libur. Jadinya aku banyak ngabisin waktu dirumah, kalau ga juga palingan main ke kampus ketemu temen-temen Suaka. Sekarang ini aku dapet kepercayaan untuk jadi redaktur Majalah Fresh. Majalah ini isinya tentang hal yang deket ama anak muda, jadi bisa dibilang konsep baru.

Segitu aja dulu deh postingan kali ini, pokoknya aku pengen rajin posting lagi. Itung-itung latihan nulis ama ngelawak. Barangkali aja bisa diajakin main di OVJ.

Sabtu, 30 Oktober 2010

From Bandung With Love

From Bandung With Love
Charity for Wasior, Mentawai and Merapi
Minggu, 31 Oktober 2010
Bertempat di Car Free Day Dago
#ActForIndonesia

Jumat, 25 Juni 2010

Fete de la Musique; Pesta Musik Untuk Semua Golongan

Pesta identik dengan perayaan dimana semua orang bersuka ria. Hal ini terjadi pada akhir pekan kemarin Minggu (20/6) Cental Cultural Francise (CCF) menggelar Fete de la Musique yang bertempat di Teater Terbuka Dago Tea House. Fete de la Musique adalah sebuah perayaan musik yang di luncurkan di Perancis pada tahun 1982. Perayaan ini di peringati setiap tanggal 21 Juni oleh 100 negara di lima benua. Biasanya pentunjukan ini digelar di tempat terbuka seperti; jalan, gedung-gedung besar, taman dan tempat terbuka lainnya.

Untuk datang kesini, Forfriends tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun. Karena acara ini tidak dipungut biaya alias gratis. Fete de la Musique dimulai sejak siang hari yang terasa sejuk di sekitar Dago Tea House dan dibuka oleh penampilan ciamik dari band indiepop Baby Eats Crackers. Mereka menghadirkan musik yang ringan dan ceria. Lagu lagu seperti “Kissh Kissh”, “Cleo Radio”, dan “Aloha Opa” yang menceritakan tentang dosen mereka dinyanyikan vokalis Ay dengan ceria. Penampilan selanjutnya dari seorang solois bernama Budie lengkap dengan gitarnya. Budie yang biasa bermain secara solo, kali ini ditemani oleh teman-temannya yang cukup membangun suasana semakin ramai.

Penonton sepertinya belum mau mendekat ke depan crowd. Tapi itu tidak bertahan lama. Saat Mocca tampil sebagian mulai mendekat ke depan crowd sehingga tercipta sebuah kebersamaan dalam kehangatan. Arina, vokalis dari Mocca terlihat anggun dengan gaun merah yang ia kenakan. Ia mulai bernyanyi sambil sesekali tersenyum, penonton di crowd depan ikut bernyanyi di nomor-nomor yang sudah tidak asing lagi seperti “Only One”, “I Remember” dan “Do What You Wanna Do”. Tidak lupa Mocca memperkenalkan single barunya yang berjudul “Lucky Me”. Lagu ini akan ada di mini album terbaru mereka berjudul “Sneak Peek”. Mocca menutup penampilannya d Fete de la Musique dengan lagu berjudul “Happy” dan penonton pun tampak happy dengan penampilan Arina Cs hari itu.

Setelah istirahat sejenak, Homogenic telah siap untuk memeriahkan perayaan musik ini. Kehadiran Amandia sebagai vokalis baru memberikan warna baru pada band electropop ini. Malam ini mereka dibantu oleh additional player diantanya Iman (bass), Gebeg (drum), dan Maradila (backing vocal). Homogenic langsung membuka penampilannya dengan lagu “Surealism”, jepretan kamera tidak henti tertuju pada sosok Manda yang kini menjadi idola baru di Homogenic. “Am I” jadi lagu kedua yang diambil dari album terbaru mereka “Let A Thousand Flowers Bloom” dilanjutkan dengan lagu ”Destiny”, “Something I Can’t Hide” dan “Weeping Mother Earth”. Hampir sepuluh lagu dibawakan oleh Homogenic termasuk lagu lama yang diaransemen ulang berjudul “Utopia” yang menjadi penutup penampilan mereka.

La voila! Miliana adalah satu-satunya penampil internasional yang mejeng di Fete de la Musique. Yes, Miliana band asal Perancis yang tampil malam ini yang beranggotakan Emilie Garcia (vokal, gitar), Laurent Cochini (gitar), Franck Da Silva (drum) dan Mathys Dubois (bass). Mereka mengusung aliran musik pop akustik dengan lirik lagu berbahasa inggris. Sehabis bernyanyi beberapa lagu, Miliana mencoba menyapa penonton dengan bahasa Sunda “Kumaha Damang?” dan penonton membalasnya dengan teriakan “Damang”. Di akhir penampilannya band ini mengabadikan moment bersama penonton dengan kamera ponsel mereka. Kehadiran Miliana yang berasal dari negeri menara Eiffel berhasil menghadirkan atmosfir Perancis di kota Bandung, dats the good point of Fete de la Musique.

Kini tiba saatnya di penghujung acara Fete de la Musique. Pure Saturday jadi band penutup malam ini. Penampilan mereka malam itu menepis kabar tentang bubarnya band ini. Kehadiran Pure Saturday selalu di tunggu-tunggu oleh pecinta musik di Bandung, penonton di crowd depan berdiri dan merapat ke dekat panggung. “Elora” jadi salam pembuka dan membuat penonton hanyut dalam alunan musik dari Pure Saturday. Iyo cs tampak bersemangat sekali malam ini. “Bangku Taman”, “Desire”, “Pagi”, “Awan” terus dimainkan untuk memuaskan penonton. Semuanya bernyanyi dalam kegembiraan pesta di tengah cuaca kota Bandung yang sedang bersahabat hari itu. Sesuai dengan permintaan dari semua penonton, Pure Saturday menutup penampilanya dengan encore berjudul “Kosong”. Fete de la Musique berakhir pada pukul 22.00. Terima kasih kepada CCF yang telah membuat perayaan musik indah untuk semua golongan ini. Sampai berjumpa di Fete de la Musique tahun depan.

Tulisan ini dimuat di media online Formagz.com
http://formagz.com/for-event/fete-de-la-musique-pesta-musik-untuk-semua-golongan

Kamis, 27 Mei 2010

Semuanya Tidak Berakhir Dengan Tragis

Sungguh tragis, entahlah, mengapa ini terjadi padaku? Aku harus menunggu datangnya angkot di tengah kegelapan malam. Angkot yang kunanti tak kunjung datang. Aku berjalan dan bertemu dengan orang gila. Belum lagi ada tukang sate yang menggodaiku, dia minta foto bareng aku. Aku juga bertemu dengan beberapa orang wanita yang menunggu mobil berhenti di depannya. Transaksi akan terjadi setelah tempat dan harga disepakati oleh kedua belah pihak.

Sabtu pagi yang cerah, aku sibuk merapihkan dan membersihkan ruangan. Karena siang harinya akan digunakan untuk nonton bareng film tentang jurnalistik. Salah seorang anggota masih menutup matanya sambil mengukir mimpi indah. Aku hanya tersenyum melihat dirinya tertidur. Ruangan kini bersih dan wangi karena dibersihkan oleh cowok ganteng yang baik hati dan tidak sombong sepertiku.

Selesai nonton bareng, aku bergegas mempersiapkan camera dan buku catatan. Aku akan pergi kesebuah gelaran musik yang diadakan oleh salah satu label rekaman indie. Acara itu bertajuk
Coup de Neuf edisi kali ini menghadirkan bintang tamu dari luar kota. Mereka semua vokalis dan solois perempuan. Untuk menyaksikan seuguhan musik ini dikenakan tiket Rp.2.5000,- aku datang kesana tanpa perlu membeli tiket. Karena aku mendapatkan invitation yang mewakili Addicted Area Webzine

Cuaca malam ini kurang bersahabat. Sejak sore daerah Ciumbuleit sudah diguyur hujan. Jalanan menuju kesana becek dan aku gak pake ojek. Ini pertama kalinya bagiku datang ke Bumi Sangkuriang yang terletak di daerah kiputih. Beberapa banner dan spanduk sponsor terpampang jelas di luar area pertunjukan. Aku memasuki area pertunjukan, dan duduk dibarisan terdepan, karena aku ingin melihat vokalis wanita menyanyi. Siapa tahu ia terpesona oleh diriku yang gantengnya menyerupai gantengnya Dude Harlino. Penampilan pertama dibuka oleh Funny Little Dream. Disusul dengan penampilan dari Everybody Loves Irene (ELI) mereka memperkenalkan single baru yang fresh. Saatnya vokalis muda unjuk gigi Manday Math Class band asal jakarta menghibu dengan musik mereka yang ringan. Aku langsung jatuh cinta kepada vokalisnya yang cantik ditambah lagi wajahnya yang sedikit indo. Aku tiada henti memotret dirinya ketika bernyanyi. Kesempatan emas ini tidak akan disia siakan. FRAU itu adalah nama solois perempuan yang banyak dibicarakan. Ia bermain dengan keyboard dan bernyanyi dengan karakter suara yang lembut. Album pertamanya dibagikan secara gratis yang dirilis bulan Maret. Penampian terakhir ditutup oleh Tika and the dissident yang banyak ditunggu oleh semua orang. Coup de Neuf telah berakhir dan aku harus segera bergegas pulang.

Jalanan sungguh gelap, aku menggantungkan kamera hasil pinjeman dari Mas Jawa dileherku.
Aku berhenti untuk mencari angkot yang lewat. Malam ini jarang sekali angkot melintas kejalan ini. Aku putuskan untuk berjalan sampai menemukan angkot yang lewat. Pegal sekali rasanya kaki ini. Aku tersadar perjalanan sudah cukup jauh belum ada juga angkot yang lewat. Sampai kapan aku akan menemukan angkot? Hawa yang dingin tidak aku hiraukan, aku melihat rumah megah dengan lampu yang indah. Kuteruskan perjalanan ini dari kejauhan aku melihat sesosok pria dengan rambut panjang berjalan sambil tersenyum sendirian. Aku tahu dia memang gila maka dari itu aku tidak ingin menggodanya. Walaupun malam telah larut beberapa tempat masih terlihat ramai dengan sejumlah anak muda yang menikmati malam. "Fotoin aku dong pake kameranya" aku mendengar suara itu keluar dari mulut tukang sate yang melihatku berjalan. Sudah cukup aku tidak ingin ada orang lain yang menggodaku lain. Mataku langsung tertuju pada beberapa wanita dengan balutan baju yang sexy ditambah ketebalan make up yang mencapai 10cm. Mereka melirik dengan genit sambil melambaikan tangan ketika mobil lewat. Aku tahu mereka sedang menawarkan jasa pada seorang lelaki yang butuh belaian dan kepuasan darinya. Wanita itu tiada henti berusaha mencari orang untuk menggunakan jasa mereka.

Aku terus melangkah menikmati dinginnya malam. Kini aku telah menemukan angkot melintas disekitar jalan. Aku berharap malam ini bisa pulang, banyak sekali kutemukan hal ketika aku berjalan kaki tadi. Perjalan malam ini begitu cepat sehingga perjalanan ini terasa begitu cepat.
Terima kasihku kepada angkot yang membuat malam ini indah tanpa kehadiran seorang pendamping hati. Apa yang terjadi tadi akan slalu menjadi ingatanku.

Sabtu, 24 April 2010

Thank God it's Saturday Night

Demonstrasi bukan terjadi dalam pemerintahan saja. Baru saja aku merasakan teriakan mahluk penghuni perut ini. Pertanda mereka kelaparan dan butuh makan. Aku putuskan untuk membeli nasi goreng yang cukup murah, sayangnya gak bisa ngutang. Makan dalam kesendirian memang cukup menyedihkan karena gak ada yang bayarin. Selesai makan aku langsung ngeblog hehehehe

In my daily life I usually spend my time with a crazy activity. I like music and sport, what about you? (bukan promosi honda Vario lho!) hari sabtu aku terbebas dari mata kuliah seneng setengah mati. Untuk itu aku isi dengan kegiatan diskusi bareng temen yang mengangkat beberapa tema. Sehabis diskusi terkadang berdiam diri, sesekali melihat pemandangan sekitar.

Bahasa abege malming (malam minggu) jadi ajang melepaskan kerinduan antara sepasang insan yang memadu kasih. Layaknya kisah cinta abadi Galih dan Ratna mereka mempunyai rencana untuk menghabiskan malam yang panjang itu. Acara makan malam bersama jadi pilihan. Ketemu mertua, itu sich yang hubungannya udah serius. Untuk yang lain bisa pergi ke suatu tempat sambil mengabadikan moment terindahnya lewat foto. Tapi, aku yakin itu foto gak bakal dicetak hahahaha buat apa dicetak? mending upload di album fesbuk aja supaya dapet koment dari orang lain.

Cinta itu satu ikatan yang diikat dengan ikatan yang kuat sekelas tali tambang. Semua rintangan yang menyerang sanggup kita lewati berdua. Bentar dech jadi romantis gini. Sejujurnya, aku lemah dalam hal cinta. Seorang temanku mengeluh dalam statusnya "malam minggu bareng laki-laki lagi" Bukan cuma seorang wanita yang butuh kasih sayang, pria perlu perhatian juga.
Oppie Andaresta bilang dalam lagunya "I'm single and very happy" dia kini telah menjadi ibu dengan seorang anak. Oppie aja udah gak single, aku terus berusaha untuk menebar pesona ke segala penjuru dunia. Mulai dech penyakit lebaynya kumat, setiap malam minggu datang aku slalu berfikir. Mau ngapain nanti malam? mau dating ama siapa!

Sebagai generasi muda yang positif dan kreatif, aku bangga akan apa yang kumiliki saat ini.
Aku punya teman yang baik, bisa di mintai tolong tanpa pamrih. Family dan orang terdekat yang sayang ma aku. Finally, if you don't have a girlfriend don't be sad baby. Spent your night with a good activity. You're not alone at satnight because I'm with you. I love saturday night.

Jumat, 09 April 2010

Aku Berharap Keperjakaanku Tidak Ternodai

Dari judulnya mengkin akan sedikit menuai protes. Ada apa sebenarnya dengan the chakiman? Untuk kejelasan kasus ini, aku akan konfrimasi supaya tidak ada lagi infotaiment yang memburuku.

Kasus ini akan diungkap dengan tajam, setajam samurai. Today is Friday right dijadwal memang hari ini ada tiga mata kuliah yaitu Bahasa Surga itu mata kuliah bahasa arab, di susul dengan belajar membaca bahasa inggris bisa disebut Reading Comprehension, terakhir adalah memijit dan mengotak-atik komputer di lab.

Kebeneran mata kuliah terakhir ini ada UTS pantes aja ceweknya udah pada nongkrong nungguin pintu lab dibuka. Dosennya berpesan agar tidak mendapati komputer yang gila, diharapkan untuk datang lebih awal. Aku sendiri tak hentinya berfikir, apa ada cara jitu untuk menyelesaikan UTS dengan cepat! Dosenku melangkah melewati kita, ia lalu membuka pintu Lab sambil tersenyum. Sayangnya kita tidak diperbolehkan masuk. Beberapa saat kemudian pintu lab dibuka, semua berburu komputer yang lagi nganggur. Dosenku membagikan lembar nilai yang harus diisi, disusul dengan pembagian soal UTS praktek komputer.

tik.....tok.......tik.......tok itulah suara yang terdengar diruangan bitu itu. Semuanya serius mengerjakan ujian praktek ini, karena waktu yang diberikan cuma 1 jam. Aku tidak menemui kesulitan dalam ujian kali ini. Waktu ujian tinggal 5 menit lagi semua mendadak panik. Aku sendiri belum menyelesaikan ujian inin sepenuhnya. Waktu tealh habis kertas soal telah diambil dan peserta ujian harus meninggalkan lab. Banyak dari temanku yang teriak histeris, ada yang termenung bahkan ada yang tertawa terbahak-bahak.

Selesai ujian memang perlu sedikit refreshing. Temanku mengajak untuk bermain futsal ajakan itu langsung aku setujui. Pada awalnya kita kekurangan anggota, dengan segala usaha kita bisa mendapatkan personil yang cukup untuk bermain Futsal. Mayangsari itu nama tempat Futsal yang cukup bergengsi di daerahku. Permainan dimulai aku sejenak menjadi kiper setelah itu aku bermain dan siap menggalkan aksi dari lawanku. Aku kerap dipanggil Hariono ( salah satu pemain Persib Bandung ) mungkin karena rambutku yang tidak berbentuk dan terarah. Tapi untuk masalah muka, aku bisa disejajarkan dengan David Beckham. Happy birthday for u dad ayahku sekarang berulang tahun dan sengaja hari ini semua keluarga berkumpul. Lanjut dengan pertandingan tadi yang semakin seru. Seorang temanku terjatuh karena dorongan dari lawan, ia tertidur sambil memegangi perutnya. Aku yakin sekali ia belum makan, pertandingan diberhentikan. Iing memilih untuk istirahat sambil minum untuk memulihkan tenaganya. Pertandingan kembali berlanjut beberapa goal telah disarangkan ke gawang teamku. Kami balas dengan lebih banyakdari itu. Semua pemain mulai merasa lelah, tempo permainan menjadi menurun.

Aku ditunjuk untuk kembali jadi kiper. Keringat telah membasahi kaos team kami beberapa tendangan bisa aku hentikan. Team kami terus diserang kemudian kami serang balik. Secara bergantian kedua team saling menyerang. Tendangan itu melesat dengan cepat, aku yakin bisa menahan tendangan ini. Benar saja gawangku terselamatkan aku menjerit karena tendangan tadi mengenai senjata pamungkasku. Aku berexpresi seperti orang mupeng menahan rag sakit dan ngilu di sekitar kejantanan ini. Sakit sekali rasanya peranku sebagai kiper digantikan. Pertandingan berakhir dengan kemenangan yang diraih oleh teamku.

Kejadian tadi masih menjadi ingatan, ini benar- benar sulit dibayangkan. Bagaimana nasib si dia saat ini. Apa dia merasa ternodai, mengapa bola mengarah ke kejantanku ini. Apa dia memancarkan pesona sehingga bola bisa menempel bagikan besi dan magnet. Aku ingin bilang keperjakaan ini belum ternodai.