Selasa, 03 Februari 2015

Apa Yang Terjadi Pada Mimpi?

Ketika itu, aku tengah mengendarai motor melintasi sebuah daerah yang belum aku ketahui namanya. Kondisi lalu lintas terasa sepi hanya sesekali saja ada mobil dan motor menyapa pada jalanan. Sepanjang jalan sisa-sisa rumah belanda masih berdiri kokoh dan bersih selain itu ada juga para pedagang yang mampu mengundang keramaian orang-orang. Melihat sesuatu yang menarikk, perjalananku sempat terhenti sejenak di sebuah toko. Di toko itu keluarlah dua orang perempuan cantik berkerudung yang satu manis dan satunya lagi cantik tapi tidak terlalu istimewa. Keduanya menyambut dan menyapaku dengan ramah. Tidak jelas barang apa yang di jual di toko ini yang ingin aku miliki ketika itu adalah sebuah tas serut. Warnanya biru dan di belakangnya ada tali panjang yang biasa dikenakan di pundak. Seingatku harga tas serutnya 6.000 bisa juga memesan sesuai keinginan sendiri dan bahannya bisa dari kanvas atau blacu.

Tidak beberapa lama datanglah seorang lelaki, berjalan sempoyongan, rambutnya terlihat berantakan lalu duduk di kursi dengan muka kecut dan tangannya menahan dagunya. Seperti orang bangun terbangun dari kematian, kehadiranku di tokonya tidak disadarinya. Aku masih berhadapan dengan dua wanita tadi untuk melakukan tawar menawar harga tas serut. Belum ada kesepakatan harga dari jumlah tas yang akan aku pesan, semuanya masih menggantung tanpa keputusan lalu aku minta kartu nama dan nomor telepon sekiranya cocok nanti ada komunikasi lebih lanjut.

Tawar menawar tanpa kepastian telah berakhir, aku sejenak berkeliling-keliling sambil mengamati toko ini lebih jeli. Ada banyak screen tertata rapih di sebuah ruangan khusus. Tidak beberapa lama keanehan pun mulai terjadi  suasana berubah seketika, dua perempuan yang melayaniku menghilang kemudian banyak orang-orang berkumpul. Kondisi ini sempat membuatku heran, lelaki pemilik toko juga tidak terlihat. Kuperhatikan orang-orang disini tengah mengamati sebuah proses shooting, ketika itu aktor yang tengah beradu peran adalah Raditka Dika, Ira Gunawan, seorang anak kecil dan satu lagi aktor senior yang namanya tidak aku tahu. Kalau diperhatikan sepertinya ini adegan santai keluarga yang sedang berkumpul bersama. Aku pun terbawa suasana orang-orang sampai-sampai ikut menonton. 

Saat tengah memperhatikan sebuah proses pembuatan film atau lebih dikenal shooting. Aku dikagetkan oleh kedatangan seorang perempuan muda, dia mengaku begitu tergila gila padaku. Sampai-sampai aku dicumbuinya beberapa kali. Untuk detailnya seperti apa alangkah baiknya, aku menceritakannya langsung kepadamu saat malam Jumat atau saat munculnya bulan purnama. Baru kali ini aku merasakan dalam mimpi betapa bahagianya mendapat pujian dari seorang wanita. Wanita yang (mungkin) tergila-gila padaku sudah pergi lalu ada lagi lelaki misterius berwajah tampan. Selain tampan bagai artis karbitan dia juga tinggi dan tubuhnya atletis. Lelaki itu mengaku mengenalku secara dekat dari pengakuannya sebuah pelukan wanita atau cumbuan manis itu tidak berarti baginya,  ia memilih untuk selalu suka berada di pojokan tempat yang gelap. Entah apa yang dipikirkannya disana.

Berakhirlah sudah kejadian yang tidak kumengerti ini. Toko sekaligus rumah ini keadaannya sudah kembali seperti semula tapi tidak ada seorang pun di sini. Cahaya rumah menjadi remang remang hanya sedikit saja yang masuk dari luar jendela. Kesepian kini mulai menyerangku, tak sanggup rasanya merasakannya sampai berlarut-larut. Keajaiban itu selalu ada ketika kita percaya akan kedatangannya. Keajaiban itu datang saat aku mendengar suara merdu tapi terasa sekali samar-samar di telinga ini. Suaranya sepintas aku kenal tapi lagu-lagu yang dinyanyikannya masih terdengar asing. Cahaya remang-remang menjelma menjadi seberkas cahaya putih yang terang berderang. Jendela yang bentuknya persegi panjang menjadi sebuah layar yang mampu menayangkan gambar gambar bergerak seperti halnya di televisi. Mulailah jelas suara itu dimiliki oleh RAISA wajah cantiknya tampak jelas di layar, ia sedang  bernyanyi dengan mengenakan baju sekolah seperti di film-film jepang atau mungkin seperti murid di sekolah Hogward di film Harry Potter.

RAISA masih menebar keindahan suaranya lewat beberapa lagu yang hebatnya bisa sampai menembus proses dibalik layar pembuatan lagunya. RAISA kini tidak sedang menyanyi tapi dia sedang berakting dalam sebuah drama musikal. Beberapa cuplikan adegan muncil di mana ia tengah bersama pacarnya kalau tidak salah namanya Kaenan Pearce. Sungguh romantis dengan dipadukan konsep art yang kuat. Di sinilah, aku bisa melihat sosok bidadari secara dekat tapi sayangnya tidak dari depan hanya rambutnya saja terurai indah dari belakang. Gaun anggun warna merah muda itu mungkin akan sulit lepas dari ingatanku. Hai RAISA, aku mencintaimu

Aku lalu terbangunkan oleh pagi dan menyadari semua mimpi-mimpi yang baru saja terjadi adalah kumpulan kejadian yang berkaitan dengan kegiatanku dalam satu hari secara bersamaan dalam ruang yang tak terjamah bernama mimpi.

2 komentar: