Sabtu, 29 Desember 2012

Membeli Air Mata

Langkahku terhenti di depan sebuah tangga menuju bioskop 21 Jatos, aku mengetik sms untuk mengetahui keberadaan temanku.

“Utee lagi di mana?” begitulah isi smsnya
 “Aku di foodcourt,” balasnya
Aku membalas lagi smsnya “Aku udah ada di depan foodcourt,” kataku.

Tampak dari jauh dua orang wanita berjalan mendekat dan menunjuk ke arahku, kursi di dekatku yang tadinya kosong mulai ditempati olehku dan mereka berdua. Foodcourt ini sering digunakan sebagai tempat berkumpulnya anak muda. Mereka datang, saling bertemu, memesan makanan, dan mengobrol sampai berjam-jam membicarakan banyak hal. Uteee dan Lia tengah menikmati minuman yang mereka beli. Minuman itu menarik perhatianku untuk mencobanya, aku bertanya pada Uteee “Itu minuman apa te.” Kataku.

Lalu ia menjawab “Gak tau sih ini apaan, mau nyobain gak?” katanya.

Aku membaca nama minumannya Air Mata Kucing , minuman kesehatan khas Malaysia. Warnanya coklat muda sama seperti teh, aku mulai mencoba menyedotnya. Rasanya tidak terlalu manis dan agak sedikit asam. Dalam hati aku berucap, kenapa minuman dari Malaysia ini bisa dijual di Indonesia terlebih rasanya terasa aneh di lidahku.

Minuman Air Mata Kucing aku berikan kembali kepada Uteee, es di dalamnya sudah mencair tak tersisa lagi. Tinggal beberapa menit lagi film 5cm akan tayang di bioskop. Aku menjadi pendengar setia obrolan dua wanita di depanku. Obrolan panjang keduanya sempat terpotong sebentar karena kedatangan dua orang teman mereka. Satu dari mereka duduk dan satu lagi memilih untuk berdiri.

Aku, Uteee dan Lia sudah masuk ke studio, kita bertiga mendapat kursi di jajaran depan dekat dengan layar bioskop. Kursi di studio hampir terisi semua oleh penonton. Lampu studio mulai di gelapkan dan akhirnya aku bisa mulai menonton film 5cm. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Donny Dirgantoro berkisah tentang persahabatan 5 anak muda dengan segala keunikan masing-masing, mereka adalah Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian. Mimpi mereka berlima adalah menaklukan puncak gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu gunung Mahameru.

Sejak awal pengenalan karakter seluruh penonton sudah dibuat tertawa. Hal-hal lucu ditampilkan dengan polos dan tidak ada kesan dibuat-buat. Kehadiran para pemain muda seperti Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Pevita Pearce, Igor Saykoji, dan Denny Sumargo menjadi daya tarik dari film yang disutradari oleh Rizal Mantovani ini. Selain itu film 5cm mulai tayang di bioskop di tanggal cantik 12.12.2012.

Genta merasa persahabatan mereka selama ini hanya begitu-begitu saja. Ia mengusulkan untuk tidak bertemu dan menghentikan komunikasi antara mereka berlima selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, mereka berlima akan bertemu di sebuah tempat yang masih dirahasiakan. Genta menjanjikan ini akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan selama hidup. Dari sinilah mimpi untuk menaklukan puncak gunung tertinggi di Jawa dimulai.

Pendakian demi pendakian membawa mereka berlima pada tantangan terakhir menaklukan puncak gunung Mahameru. Suasana romantis berubah menjadi ketegangan, aku bisa melihat itu dari raut muka Uteee dan Lia. Dikuatkan oleh scoring musik yang menegangkan. Arial merasa tidak sanggup lagi menuju ke puncak karena kedinginan, Ian terus berusaha mendaki,. Tiba-tiba banyak bebatuan dari puncak jatuh ke bawah. Dinda terjatuh, telinganya terluka dan Ian tidak sadarkan diri. Mata Lia dibanjiri air mata karena sedih dan khawatir Ian akan mati. Uteee juga mulai meneteskan air mata tapi tidak dengan aku. Ian terus dibangunkan, keempat sahabatnya tidak ingin ia mati. Ian akhirnya bisa kembali sadar, mereka berlima berhasil mewujudkan mimpi menaklukan puncak gunung Mahameru di tanggal 17 Agustus.

Seandainya tadi sebelum menonton Uteee dan Lia tidak membeli minuman air mata kucing mereka berdua tentu tidak harus menangisi lelaki bernama Ian yang matinya hanya pura-pura. Aku bangga bisa tinggal di Indonesia karena keindahan alamnya. Film 5cm mengajarkan untuk percaya pada kekuatan mimpi, persahabatan, dan cinta.

Kamis, 27 Desember 2012

Belajar Keaktoran Bersama Andika Akbar

Kamis, 27 Desember 2012
Aku punya seorang teman namanya Andika Akbar dia adalah mahasiswa jurusan Teknik Elektro. Selain kuliah di jurusan tersebut dia aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yaitu Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dan Teater Awal nama sebuah teater di kampusku. Hari kemarin aku bertemu dengannya di Asrama Dua Saudara, dalam keseharian Dika tampil apa adanya. Aku duduk di sebuah kursi lalu ia mendekatiku dengan santai.

“Dan, punya rokok gak?” pertanyaan itu dilemparkannya padaku.

Aku tersenyum dan bilang kalau aku tidak punya. Dika mulai mengeluarkan pesonanya sebagai lelaki yaitu senyuman menawannya. Suanana Asrama Dua Saudara ketika itu sepi karena para penghuni kamar No. 11 dan 12 sedang pergi menonton film “Kingdom of Heaven” di Museum Konfrensi Asia Afrika. Ia menceritakan tentang kepedihan hatinya padaku. Belum lama berhubungan, pacarnya sudah meminta untuk putus itu pun melalui pesan pendek. Aku bisa merasakan kepedihannya,  terlihat dari sedikit kata yang terucap darinya. Hatinya pasti tersayat luka dan bertabur air mata.

Tidak usah membahas lebih jauh lagi, biarkan luka yang membekas itu hilang dengan sendirinya. Aku punya keinginan besar untuk belajar teater kepada Dika temanku Aad juga begitu. Kita berdua hari ini akan mendapatkan sedikit pengenalan tentang teater dari salah satu aktor teater awal. Dika memintaku dan Aad untuk masuk ke dalam. Ucok teman dekat Aad ikut bergabung bersama kami bertiga di klinik teater sore itu. Pengenalan teater mulai dari sejarah mulai dikenalkan kepada kita bertiga. Dilanjutkan dengan 10 elemen yang harus ada dalam sebuah pertunjukan dan terakhir 4 unsur keaktoran dalam dunia teater.

Selama klinik keaktoran berlangsung tak hentinya secangkir kopi susu aku teguk sedangkan Dika setelah penjelasan selesai mulai menyebarkan asap dari sebatang rokok miliknya. Dari hasil catatanku, 4 unsur keaktoran diantaranya olah tubuh, olah vokal, olah mimik dan olah sukma. Agar bisa dimengerti Dika memberikan contoh dengan mempraktekannya dan kita bertiga mengikuti misalnya olah vokal mengucapkan huruf A, I, U, E, O dengan jelas mulai dari tempo pelan sampai paling cepat. Olah sukma adalah ditingkatan terakhir karena ini merupakan pamungkas dan berkaitan dengan latihan fokus.

Pada waktu prakter Dika bilang kita bertiga masih kalah oleh anak SMA yang diajarkannya. Apabila keempat unsur itu sudah bisa dikuasai dengan baik maka semuanya bisa mudah termasuk dalam mengolah akting, presentasi di hadapan dosen dan menghadapi jutaan penonton.

“Ini masih awal belum sampai tingkat 1% sama sekali,” ujarnya.

Selesai klinik keaktroan, kita bertiga diberikan tugas untuk mengulang kembali materi hari ini. Biasakan sesudah bangun pagi sebelum jam 6 untuk bergumam sebagai latihan olah vokal. Mulai untuk mengucapkan huruf vokal dengan jelas. Apa yang aku ingat dari Dika adalah ketika muka kita mulai terasa kaku lakukanlah olah mimik “hancurkan mukanya sekarang”. Siapa pun bisa mencobanya dan jangan pernah ragu.

Selasa, 25 Desember 2012

Kematian

Belum hilang dari ingatanku waktu hari kemarin paman masih mengenali satu persatu wajah saudara yang berkumpul pada waktu itu. Kondisinya belum juga membaik kedua kakinya bengkak seperti disengat jutaan lebah. Tubuhnya lemas dan sedikit kesulitan dalam hal bicara. Ayahku duduk disampingnya, memberikan semangat dan harapan kalau penyakitnya bisa sembuh. Kedua mata pamanku terus memandang ke arah jaket hitam yang digunakan oleh ayah. Sepertinya jaket itu begitu menggugah dirinya sampai-sampai mulutnya tertatih untuk mengucapkan sesuatu.

"A cing abdi hoyong nyobian jaket teh," katanya pada ayahku.

Ayah melepas jaket hitamnya perlahan-lahan lalu setelah menanggalkan dari tubuhnya, ia membantu memakaikan jaket itu di tubuh paman.Aku menyaksikan belaian kasih sayang seorang kakak kepada adiknya. Wajah paman terlihat bahagia setelah mengenakan jaket hitam milik ayah. Sesuai kesepakatan seluruh keluarga pada hari Senin paman akan dibawa berobat ke rumah sakit di Bandung. Rumah sakit di tempat pamanku tinggal sudah tidak sanggup lagi menangani penyakitnya.

Selama sakit istri pamanku setia merawat, tidak pernah terpancar sama sekali keluhan dari wajah cantiknya. Tiada hari tanpa cinta dan kobaran semangat dari istrinya. Waktu sudah mulai sore, hari esok ayah harus bekerja kembali. Dengan berat hati aku, adik perempuanku dan ayah berpamitan pergi meninggalkan paman. Senyum kesedihan tampak jelas di wajah pamanku. Sebelum pergi satu persatu dari kita diberinya senyuman, aku tahu paman ingin kembali sehat dan tidak lagi merepotkan orang lain.

Kita bertiga sudah sampai rumah, ayah berharap dengan membawa paman berobat ke Bandung kondisinya bisa lebih baik. Setidaknya kakinya tidak bengkak lagi dan buang air kecil bisa lancar. Hari Senin ini, aku pergi meninggalkan rumah menuju ke kampus. Kabar dari bibiku paman akan berangkat ke Bandung di waktu siang.

Selasa siang ayah meneleponku, katanya paman sudah ada di Bandung. Ia belum dirawat dirumah sakit sekarang masih tinggal dirumah om Kudus. Rumah sakit advent di Bandung harganya terbilang mahal dan tidak bisa menggunakan kartu Askes. Untuk itu paman akan dirawat di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. kata ayah mengakhiri percakapan singkatnya denganku. Ayahku berpesan untuk menyempatkan diri menengok paman di rumah sakit.

Melihat cuaca yang begitu cerah, siang menjelang sore aku pulang ke rumah. Siang terasa menyengat kulitku ditambah polusi dari asap kendaraan bermotor dan debu jalanan. Perjalananku terasa cepat, kini aku sudah sampai ke rumah disambut senyum rindu dari ibuku. Ayah tidak pulang hari itu karena sedang menjaga paman di rumah sakit. Aku mengobati kelelahanku hari ini dengan tidur. Selamat merajut mimpi kataku berucap dalam hati.

Tidur itu sebuah kenikmatan tidak berasa. Jangan pernah membawa banyak pikiran ketika tidur kelak itu bisa membangunkanmu. Malam sudah habis dan mulai terasa kenikmatan pagi biasanya menjelang subuh ibu sudah membangunkanku. Tiba-tiba ada suara menghentak tangga rumahku. Apakah ini sebuah pertanda sesuatu sedangkan tubuhku masih terlentang bebas di atas kasur.

"Aa bangun si mang cepi meninggal," kata-kata itu kelar dengan cepat dan jelas dari suara yang aku kenali.

Seketika aku terperanjat dan kaget mendengar kabar itu. Seakan masih tak percaya tapi tidak mungkin itu sebuah pesan kebohongan mulutnya mengalir mengucapkan kata "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun," kataku.

Hari Kamis pagi keluargaku diselimuti oleh duka mendalam atas meninggalknya paman. Dalam sadarku aku bertanya, Tuhan mengapa kau panggil pamanku begitu cepat?. Aku, adik perempuanku dan ibu bergegas meninggalkan Bandung dengan membawa pakaian ganti secukupnya. Kami bertiga berharap semoga paman belum menyatu bersama tanah di liang kubur.

Suasana duka pekat terasa ketika kami bertiga sampai di rumah paman. Ada tangis dan haru dari setiap wajah saudaraku dan warga sekitar kampung yang melayat. Aku mendekat ke tempat pemandian jenazah, aku melihat wajah paman pucat dan matanya terpejam tenang. Kesedihan mendalam tentu saja sedang dirasakan oleh bibi dan anak mereka berdua yang ditinggalkan.Paman dan bibi dikaruniai tiga orang anak dua orang lelaki dan satu orang perempuan.

Selesai dimandikan jenazah pamanku dibawa masuk ke rumah. Sekujur tubuhnya mulai dipasangkan kain kafan putih. Air mata kesedihan di tempat itu belum juga mengering semua mencoba untuk tabah dan berserah diri pada Tuhan. Jenazah paman sudah harum wewangian surga selanjutnya siap untuk di shalatkan.

Keranda jenazah diangkat oleh beberapa warga, paman akan dimakamkan di tanah dekat rumahnya. Aku dan saudara lainnya berada di barisan depan mengiringi jenazah ke tempat pemakanan. Doa demi doa terus dipanjatkan semoga semua amal ibadah pamanku diterima di sisi Tuhan pemilik alam semesta. Paman berasal dari tanah dan pada akhirnya akan kembali juga ke asal. Inilah kematian tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan datangnya semua hanya menjadi rahasia Tuhan.

Selasa, 04 Desember 2012

Proses Lahirnya Jurnalis Kampus Baru

Motorku berhenti di depan rumah yang dari luar terlihat biasa dan bentuknya sama seperti rumah lainnya. Halaman rumah itu banyak ditumbuhi oleh pepohonan, ada yang bentuknya besar dan kecil. Dibawahnya rerumputan hijau tumbuh subur. Beberapa motor terparkir tidak sejajar di garasi luar. Pintu masuk terbuka lebar membebaskan angin keluar masuk tanpa permisi. Aku mulai menginjakan kaki di lantai yang terbuat dari kayu. Salah satu alumni SUAKA yang ingin aku temui yaitu Ahmad Yunus terlihat masih duduk sambil berceloteh bersama Miko, Wicak, dan Nasrul. Dia adalah seorang jurnalis yang pernah berkeliling Indonesia dengan menggunakan motor bersama Farid Gaban. Hasil dari perjalanannya ditulis dalam buku “Meraba Indonesia”. Buku ini kental dengan gaya penulisan jurnalisme sastrawi.

Aku melihat ada tangga di dekat kamar, itu artinya rumah ini memiliki dua lantai. Titian demi titian tangga membawaku pada pemandangan penuh sesak. Tapi, dibalik kesesakan itu terpecik semangat baru. Para calon anggota baru SUAKA hening menyimak pemaparan materi kejurnalistikan. Dimulai dari kemarin sampai hari ini berlangsung Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (PJMTD) tahun 2012. Setelah materi berakhir para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya tentang apa yang masih belum dimengerti dan ingin diketahui lebih jauh. PJMTD merupakan langkah awal bagi calon jurnalis kampus sebelum bergelut langsung di lapangan.

Pada waktu sore para peserta PJMTD 2012 mendapatkan materi tentang teknik wawancara dari Enjang Muhaemin, dosen yang mengajar di jurusan Jurnalistik. Malam harinya ada simulasi wawancara. Isu yang diangkat telah ditentukan oleh panitia. Narasumber yang akan diwawancara oleh para peserta adalah para panitianya sendiri. Hasil dari wawancara harus ditulis dalam bentuk berita atau bisa juga feature.

Koran, majalah, kertas karton, kertas warna-warni, gunting, pisau lipat, dan lem kertas. Semua itu adalah alat bagi para peserta untuk membuat sebuah media. Malam hari para pementor dari panitia satu persatu membimbing dalm hal pembuatan media. Aku datang mengamati setiap peserta sambil meminum teh manis hangat di gelas plastik. Sebuah media bisa selesai tepat pada waktunya kalau dikerjakan bersama-sama. Maka dari itu harus ada pembagian tugas misalnya satu orang menulis ulang berita, satu lagi menggunting karton dan satu lagi menempelkan materi yang sudah selesai dipilih. Dengan begitu ketika medianya selesai dikerjakan ada kepuasan tersendiri dari setiap anggota kelompok.

Sekarang sedang berlangsung presentasi media dari setiap kelompok secara bergiliran. Penilaian media dipercayakan pada alumni dan senior SUAKA yaitu Jawa, Iqmah dan Ozan. Media yang telah selesai dibuat beragam bentuknya ada yang membuat dalam bentuk tabloid, majalah dan buletin. Nama medianya sendiri beragam dan punya karakteristik tersendiri.

Pemandangan Cilengkrang di waktu malam membuatku terpana. Gemerlap keindahan kota terpancar di tengah gelap. Semua pemandangan malam tertangkap dari tempatku berdiri. Tidak terasa presentasi media sudah selesai. Saatnya untuk menjalin kedekatan antara panitia dan peserta. Acara tukar menukar hadiah menjadi satu momen penting bagi para peserta. Nirra sebagai pembawa acara memberikan cara menukar hadiah yang berbeda kepada setiap peserta.

Beberapa jam tersisa mataku terpejam di lantai beralaskan karpet. Hari esok para jurnalis kampus baru akan lahir dari hasil pelatihan hari ini dan kemarin. Pasar Minggu di Manglayang menjadi tempat pertama untuk mendapatkan berita secara langsung di lapangan. Setelah jurnalis kampus baru lahir tantangan sebenarnya ada di depan mata. Siapkah mereka untuk terus memberitakan kebenaran?

Minggu, 02 Desember 2012

Desember

Laju waktu perharinya terhenti pada angka dua puluh empat. Bulan tetaplah berjumlah dua belas tidak bisa bertambah menjadi lebih. Desember sudah ditakdirkan Tuhan untuk menjadi bulan penutup. Hujan masih setia datang setiap hari atau selang beberapa hari menuntaskan kerinduan akan kesejukan di setiap tetesannya. Semester adalah kerangka kehidupan mahasiswa yang terancang dengan apik. Mata kuliah dan SKS berujung pada pertemuan di lembah IP. Menyelami setiap semester membuat waktu merekam banyak ingatan. Memasuki masa akhir, menemui dosen tidak lagi di kelas tapi bisa dimana saja. Sidang demi sidang menjadi momok demi sebuah kelulusan dan gelar. 

Coba perhatikan hujan, kedatangannya tidak pernah disangka-sangka. Aku sering merasakan gerimis kala siang merasa lelah karena terbakar panas matahari yang menyengat. Mendekati tahun 2013 dan 2014 kursi jabatan dari Gubernur sampai orang nomor satu Indonesia banyak diburu. Berbagai kalangan muncul sebagai seseorang yang menawarkan perubahan. Tanpa menunggu komando, partai-partai politik sudah pintar memoles rasa manis dan menaburkan janji-janji lewat iklan di televisi. Tidak ada lagi kepercayaan masyarakat kepada para pemimpin mereka karena belum ada untaian-untaian masalah yang bisa diselesaikan dengan baik.

Masih ingatkah dirimu padaku saat kita pertama kali bertemu di sebuah lorong gelap tanpa lampu. Aku ingin mengajarimu mengupas buah mangga dengan baik. Aku tidak ingin pisau tajam itu melukai tangan mungilmu yang halus. Rasa manismu tertuang pada secangkir teh, aku menenguknya setiap pagi atau kala senja mulai menampakan diri. Lepaskanlah rasa takutmu dan perihara rasa cinta itu. Temui diriku kapan pun dirimu merinduiku.

Desember bangkit dan berjuang. Membuat karya segila adalah caraku keluar dari jeratan ketidakpastian. Tindakan besar tidak bisa ditunda-tunda menulislah demi perubahan nyata.

Kamis, 29 November 2012

Menjadi Juri Stand Up Comedy

Rabu, 28 November 2012

Bisa dibilang wajah gue ini gak ada lucu-lucunya sama sekali. Gue itu tipikal cowok yang miskin ekspresi.Buat ngasih senyuman ke cewek aja, gue harus latihan tarik ulur muka di depan kaca. Gak usah ikut-ikutan ngebayangin cukup gue aja yang ngerasain. Terus kenapa bisa gue yang jomblo ini kepilih buat jadi juri stand up comedy di jurusan Sosiologi. Jawabannya sih simple , gue diminta buat jadi juri sama panitia lewat pelantara temen gue Galah Denawa.

Dari pagi, gue udah ngecekin handphone barangkali aja ada sms nyasar yang isinya ucapan “Selamat Pagi Sayang”. Di kotak masuk masih aja kosong artinya gue harus ngelanjutin kegiatan hari ini. Air di bak mandi lagi penuh-penuhnya. Tadinya gue males mandi tapi demi ngerubah status akhirnya tubuh ini harus rela diguyur air. Selesai mandi kemeja yang disiapin buat pedekate sama cewek gue pake ke kampus. Dengan harapan cewek kecengan gue bisa ngeliat biarpun sedetik. Gue berangkat ke kampus dari kosan dengan tujuan pertama ke DPR tempat nongkrongnya kumpulan cowok-cowok galau dan kesepian.

Gue jadi juri Stand Up Comedy hari ini rasanya kayak nunggu kepastian cinta. Pihak panitia gak ada komunikasi sama sekali. Tiap kali ada kepastian waktu itu pasti datangnya dari Galah Denawa. Kalau gini udah kebaca panitianya kurang persiapan. Bang haji Rhoma Irama Bilang “Sungguh terlalu”. Panita bilang udah dzuhur siap-siap, ada kabar lagi mulainya jam tiga. Dari jam tiga dipindah lagi jadi sore. Gue disuruh dateng sore ke aula UIN , katanya acara mau dimulai sebentar lagi. Galah si rambut gondrong udah duduk di aula daritadi ditemenin sama pacarnya Hani. Selesai penyampaian materi dari dosen dari luar hujan mulai turun. Awalnya cuma gerimis lama-lama gede juga mana ada suara petir lagi.

Hujan diluar semakin gede suaranya ngalahin suara kerumunan mahasiswa dan sound system di aula. Acara lomba Stand Up Comedy baru aja dimulai sistemnya gantian puisi dulu baru Stand Up Comedy. Gue duduk di kursi paling depan bareng Galah yang sama-sama jadi juri juga. Materi Stand Up Comedy kali ini tentang “Budaya Pop” setiap peserta yang jadi perwakilan dari setiap kelas dan angkatan harus sedikitnya ngomongin tentang materi itu.

Peserta pertama datang dari semester tujuh. Modus ikutan stand up comedy ini karena dipaksa sama Kosma, katanya hadiah dari lomba ini bisa dipake buat bayar uang kas selama dua bulan. Dimana-mana peserta pertama bakal ngerasain gugup biarpun wajahnya ganteng. Ada tips dari gue supaya gak keliatan gugup di setiap penampilan apapun di atas panggung. Kuncinya jangan pernah mau tampil jadi yang pertama kalaupun dapet mendingan jadi yang pertama dari akhir aja. Waktunya peserta kedua yang tampil jadi comic. Beda dari yang pertama peserta kedua ini malah nyeritain kisah cintanya dari pertama sampai penutupan.

Materi yang dibawain sama setiap comic rata-rata hampir sama misalnya tentang hubungan cinta mahasiswa, jomblo dan lagi-lagi homo harus dibawa-bawa. Belum ada satupun comic yang ngasih sesuatu yang beda . Padahal banyak banget masalah di kampus yang bisa dijadiin materi stand up. Ada satu peserta terakhir namanya Asep, dia bawain materi yang cukup ngehibur dan ngebuat semua penonton ketawa. Asep bilang kalau Rhoma Irama jadi presiden gak bakal ada lagi mahasiswa yang jomblo soalnya di lagunya bilang “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”

Tragisnya acara lomba baca puisi dan Stand Up Comedy di jurusan Sosiologi harus ditutup pas mati lampu. Mungkin kejadian kayak gini cuma ada di UIN. Banyak dosen yang ngasih materi kuliah sambil berdiri tapi sedikit dosen yang lucu. Oleh karena itu dosen juga harus nonton acara Stand Up Comedy.

Rabu, 21 November 2012

Pencurian Motor Bisa Terjadi Kapan Saja

Usiamu kini genap 21 tahun. Selamat ulang tahun untuk Nabila semoga apa yang menjadi harapanmu kemarin malam dikabulkan oleh Tuhan. Terima kasih telah membuat perutku kenyang. Rasa kuenya enak, cuma sayang ayam bakarnya kurang banyak. Semoga perayaan kecilmu berkesan. Bahagia itu sederhana sama seperti mencintai seseorang.

Dari hari ke hari Bandung terus dihujani oleh air dari langit. Pada malam berakhirnya perayaan kecil itu, aku mencoba menjaring kehangatan. Tubuhku sedikit menggigil. Sisa angin malam menjelajahiku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Motorku terperangkap gelap, suara gas yang khas terdengar saat tanganku menyalakan mesin. Ritual malamku berlanjut bersama Hapeuk menuju Al-Jawami, Ozan dan Jawa sudah berangkat terebih dulu.

Jarak tempuh ke Al-Jawami yang dekat membuat waktu terbuang sedikit di perjalanan. Aku baru pertama kalinya menginjakan kaki di tempat ini. Belum terlihat Ozan sampai ke tempat hanya pesan pendek yang aku dapati darinya.

“Bray, dagoan heula hareupeun Al-Jawami sakedeung. Urang nganter si Jawa,” begitulah isi sms singkat darinya.

Motorku berhenti persis di depan pintu masuk Al-Jawami. Ada satu pintu terbuka lebar, aku sendiri belum berani untuk masuk. Dinginnya malam semakin menjadi-jadi. Aku dan Hapeuk berjalan mendekati gelap di sisi pojok gedung untuk menghangatkan diri. Beberapa menit pendek telah kita lewati, terdengar suara motor mendekat. Jelas sekali aku mengenal wajah sang pengendara, ia adalah mang Kerewed. Motornya diparkir di pojok sebelah kiri tidak terlihat dari tempatku duduk karena terhalang oleh tembok. Selesai memarkirkan motoronya, mang Kerewed mempersilahkan kita berdua masuk.

Aku memasuki ruangan cukup luas beralaskan keramik. Terbentang karpet biru untuk duduk kita bertiga. Mang Kerewed bertanya keberadaan Ozan dimana, kita berdua menjawab ia masih diperjalanan menuju kesini bersama Jawa. Malam itu kita akan membicarakan acara launching antologi buku sajak Sunda. Sambil menunggu Ozan datang, mang Kerewed bercerita banyak hal utamanya apa yang sudah terjadi pada dirinya selama beberapa hari kemarin.

Ozan telah datang bersama Jawa. Obrolan tentang launcing langsung kita mulai. Acara launcingnya sendiri akan digelar bulan Desember awal di DPR kampus. Sementara kita mengobrol di samping beberapa lelaki malam bersiap untuk menyantap makanan yang sudah tersaji. Ajakan untuk bergabung makan tak berhentinya menghampiriku. Tawa lepas mengalir deras, beban pikiran seketika terhempas. Apa saja yang dibutuhkan mulai dari pembicara, pengisi acara sampai pembawa acara Ozan tentukan satu persatu. Mang Kerewed menyetujui setiap pilihannya. Terlihat nasi dan laup pauknya sudah habis dilahap oleh mereka tapi obrolan kami masih berlanjut.

Dalam waktu seketika tawa berubah menjadi keramaian ketika motor salah seorang teman mang Kerewed dibobol. Lubang kunci penutup berhasil dibuka oleh maling. Motor Satria yang tadinya di parkir diluar dibawa masuk ke dalam. Obrolan terhenti sejenak, semua dari kita mendekat ingin tahu apa yang terjadi. Motornya benar baru saja dibobol, sang pemilik beruntung karena maling belum berhasil menggasak motornya. Rasa penasaranku mulai muncul. Beraninya maling datang padahal keadaan di dalam malam itu sedang ramai. Setelah kejadian itu terjadi pengawasan diperketat dan kewaspadaan ditingkatkan. Semua motor yang di parkir di depan Al-Jawami dipindahkan masuk ke dalam ruangan. Pencurian motor sekarang rawan sekali terjadi.

Aku, Hapeuk, Ozan, Jawa dan Mang Kerewed tak habis pikir sang maling punya keberanian cukup tinggi untuk datang dan membobol motor Satria tadi. Sebelumnya pernah terjadi pencurian motor ninja di tempat ini kata Mang Kerewed. Obrolan kita kembali dilanjutkan, satu persatu batang rokok dinyalakan. Asap rokok lebih dulu keluar daripada kata. Tanpa komando Mang Kerewed menyuruh temannya untuk membeli kopi sebagai pelengkap kebersamaan. Lelaki itu bertanya

“Mang ari motorna mana,” katanya

“Ieu koncina motorna anu REVO aya di tukang,” kata mang Kerewed menjawab

Lelaki berjaket kuning itu berjalan keluar meninggalkan kita. Aku duduk dalam penantian pada secangkir kopi hangat. Belum lama, lelaki itu datang lagi. Apa yang keluar dari mulutnya kali ini membuat kita terbujur kaku katanya motor Honda REVO yang diparkir dibelakang tidak ada. Mang Kerewed bergegas mengecek keluar seperti dihujani ketidakpercayaan. Aku dan yang lainnya masih menunggu tentang kebenaran berita itu. Dengan berat hati mang Kerewed mengatakan kalau motornya sudah dibobol maling. Untuk kedua kalinya kita dibuat takut oleh maling bukan maling yang takut oleh kita. Malam sunyi diramaikan oleh orang-orang yang berkumpul karena penasaran dan bertanya-tanya. Seingatku motor honda REVO memang diparkir di belakang karena terhalang oleh tembok jadi tidak terpantau dari dalam ruangan. Motor itu kini pergi menghilang dibawa oleh bukan pemiliknya.

Kejadian kehilangan motor di Al-Jawami malam itu membekas dihatiku.Tertulis lewat catatan ini. Setiap komentar yang keluar dari kita berbeda-beda-misalnya Ozan yang berencana membeli gembok untuk motornya. Aku harus lebih waspada menjaga motor milkku satu-satunya. Semoga mang Kerewed diberi kesabaran karena motor Honda REVO yang dibobol maling bukan miliknya sendiri. Berhati-hatilah pencurian motor bisa terjadi kapan saja tidak mengenal waktu. Semakin maraknya motor keluaran baru semakin mudah didapatnya tidak hanya bagi para pengendara motor tapi juga maling. 19 November 2012

Kamis, 08 November 2012

Pesan Pendek Saija

"Semua ceritaku hari ini tidak cukup disampaikan hanya lewat pesan pendek, aku perlu bertemu dirimu malam ini juga," pesan pendek itu datang dari Saija lewat handphoneku.

Langit malam tetap saja gelap, suara gemuruh halilintar menahanku untuk terus melangkahkan kaki. Hujan semakin deras. Saija disana pasti merasa kesepian. Mengenalnya membuat hidupku menjadi indah dan berwarna.

Aku kini berani untuk menembus hujan. Saija ceritamu menjadi inspirasiku untuk menulis. Semua berubah sejak dirimu hadir memberi banyak arti dalam hidupku.

Jumat, 02 November 2012

I Promise In November

Hello November :)

Today, I do what I promise in October. I promise to write in English language. Let me introduce my self first my name is Hamdan Yuapi, I am a student of university in last semester. Writing is part of my hobby, I don’t have a girlfriend. I think it is important to tell the world about this. I have my personal blog, I call it "The Chakiman" If you have a twitter you can listen my tweet @hamdihere

Thanks God, I still have a good friends like Ozan, Havk, Lette, Ragil, Tachi and all my friend in SUAKA. I see a happines from them. Half of my classmate already graduated and I’m still do my paper. I must do my paper everyday to be a fresh graduated. Go and fight don’t be afraid. Writing is my way to keep life spirit. I can get idea everywhere. Remember this words “a good writer is a good reader.” Expecially in English language vocabulary, grammar and structure are important. Tomorrow, I will write about one topic or article in English.

Let’s make a wish in November. What is your November wish?

Selasa, 30 Oktober 2012

Sengaja Tidak Memikirkan Judul

Pintu gerbang telah terbuka, sebuah motor melesat masuk membawa dua orang lelaki. Aku mengikuti laju motor itu dari belakang. Satu orang berjaket cokelat berjalan tegas manaiki setiap titian tangga, temannya mengikuti dari belakang. Sampailah mereka berdua pada sebuah kamar berukuran cukup besar, aku menyebut kamar itu sebagai markas Squad Bulukutek. Tidak pernah ada penjagaan ketat di markas ini, siapa pun bisa masuk tanpa syarat. Buktinya, sosok yang sudah tidak asing lagi pelantun tembang “Fana”, Salman bisa masuk secara terang-terangan. Kita punya cara untuk membuat dunia lebih baik yaitu dengan bersenang-senang. Squad Bulukutek punya tujuan menghapus semua kegelisahan di bumi pertiwi ini utamanya di kalangan generasi muda. Pemuda punya peranan besar untuk membahagiakan para wanita.

Ragil membaringkan badannya, matanya terpaku menatap setiap adegan di film. Ia tidak sendiri, ada Tachi duduk disampingnya. Aku baru mengenal Tachi dalam beberapa hari ini. Dia baru menyandang gelar sarjana. Sehari-harinya selalu bersama botak (panggilan akrab Ragil) berdua bersama mencari cinta. Taci masih punya tekad kuat untuk tidak berpacaran selain dengan Irma. Untuk bisa mengenal wanita ini lebih dekat, ia tak hentinya mengirim sms kepada Irma. Cobaan pertama sungguh berat sekali, sms pertamanya sampai sekarang belum di balas oleh Irma.

Patah hati tidak cukup hanya sekali harus sampai berkali-kali. Menertawakan kisah cinta orang lain dan meceritakannnya kedua perilaku ini bisa ditemukan pada diri Ozan. Tingkat keponya sudah tidak bisa diobati lagi. Dari sekian banyak kisah, satu kisah cinta dari Aksay yang terus menerus disebar luaskan ke semua orang. Aksay lelaki berkulit hitam dan berperawakan tinggi ini berkenalan dengan seorang wanita bernama Lala. Setelah berkenalan ia menyimpan harapan besar bisa menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman. Belum lama kata-kata seperti ini keluar dari mulut Lala “Lebih baik kita temenan aja,” katanya.

Akhir bulan mendekati akhir tahun 2012, bulan Oktober bisa pergi bebas karena tidak ada ikatan. Aku mengakhiri tawa sesudah satu persatu mata terpejam. Bulan November nanti aku akan sedikit membumbui tulisan dengan bahasa asing yang kupelajari. Semoga saja aku bisa dan dirimu mengeti.

Minggu, 28 Oktober 2012

Selamat Hari Blogger Nasional

Selamat hari blogger nasional yang diperingati setiap tanggal 27 Oktober. Terima kasih Tuhan, aku diberi kesempatan untuk bisa ngeblog. Menulis buatku adalah cara sederhana untuk merasakan kebahagiaan.

Rabu, 24 Oktober 2012

Teman Pengobat Rasa Lapar

Sepintar-pintarnya teman menahan lapar pada akhirnya akan menyerah juga. Punya pacar bagi seorang mahasiswa seperti menjadi korban kelaparan dalam sepekan. Bentuk nyatanya uang jajan untuk satu bulan bisa habis lebih cepat melebihi jangka waktu yang telah ditentukan. Jangan salah kalau di akhir bulan banyak yang memilih untuk tidak makan atau mengurangi jatah makan. Kalaupun terpaksa karena sudah tidak kuat lagi menahan guncangan cacing di dalam perut, biasanya teman dekat dijadikan senjata ampuh untuk mengemis makanan dengan dalih “namanya juga anak kost”. Kalau strategi pertama belum berhasil teman yang baru kenal bisa saja jadi objek empuk untuk mendapatkan makanan gratis.

Kemarin malam, aku menghentikan laju motorku sejenak di depan Angkringan. Angkringan bukanlah tempat yang istimewa, hanya sebuah tempat yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga murah ditambah tempatnya nyaman untuk bersantai. Aku datang sendirian pada waktu itu lalu memesan es teh manis kesukaanku. Dari banyaknya kursi kosong, aku menempati salah satunya. Saat aku duduk, pemilik Angkringan menyambutku dengan paparan cerita tentang kejadian kemarin malam di depan kampusku. Katanya kemarin malam terjadi bentrok antar mahasiswa di depan kampus. Parahnhya bentrokan tersebut harus dibumbui oleh kekerasan seperti saling melempar batu dan aksi saling pukul memukul antara kedua kubu.

“Yang kemarin malam tawuran itu antara PMII dan HMI biasalah permasalahannya pasti itu. Cuma kalau sampai tawuran antar mahasiswa otak mereka itu sudah tidak ada,” katanya.

Kalau Kugy dan Kaenan punya radar Neptunus untuk melacak dimana keberadaan agen Neptunus. Kalau aku sebagai jurnalis kampus punya insting untuk menyampaikan berita ini kepada teman-temanku yang lain. Aku mengambil pesanan teh manis milikku lalu bergegas pergi meninggalkan Angkringan. Laju motorku ku arahkan menuju Asrama 2 Saudara.

Sesampainya di Asrama 2 Saudara aku menceritakan berita tawuran antar mahasiswa ke semua temanku yang kebetulan sedang berkumpul. Setelah mendengar itu, tidak ada satu pun dari mereka yang berucap “WOW” atau setidaknya bertanya sesuatu kepadaku. Aku mengambil kesimpulan kalau berita yang aku sampaikan sudah kadaluarsa. Benar saja, Nirra sudah lebih tahu bahkan katanya sampai ada 8 orang mahasiswa yang dibawa ke polisi karena kejadian tawuran itu. Seandainya ada Pradi,  aku pasti bisa mendapatkan respon agresif lewat beragam ekspresi dari raut mukanya.

Di sela-sela hangatnya kebersamaan, handphonekubergetar pertanda ada telepon masuk.Tampak di layar nama SUAKA Nasrul, aku mengangkatnya dengan tenang. Nasrul bertutur panjang lebar lewat telepon, aku bisa menangkap inti dari obrolan singkatnya di telepon. Punya pacar bukan jamaninan rasa lapar bisa hilang. Buktinya Nasrul rela menyisihkan sebagian pulsana hanya untuk menanyakan apakah di SUAKA ada beras! Mungkin baginya meminta makan ke pacar bukan kriteria lelaki idaman di mata Ocha pacarnya. Aku pikir jatah nasi Nasrul untuk satu bulan sudah habis ditelan sebagian oleh pacarnya.

Dalam catatan sejarah Nasrul punya segudang perjalanan cinta selama hidup. Salah seorang teman dekatnya Norman pernah bercerita kalau ketika SMA ia pernah menjalin hubungan dengan wanita bernama Ochi. Hubungannya dengan Ochi tidak semulus jalanan aspal atau beton. Seringkali ada kerikil dan lubang yang menguji kekuatan cinta mereka. Selanjutnya ada Ririn wanita manis bertubuh mungil ini pernah ditembaknya ketika awal-awal perkuliahan. Kabar buruknya Nasrul ditolak karena Ririn sudah punya pacar. Dari hasil perjuangan sengit, Ochalah wanita pengisi ruang hatinya sekarang.

Sulitnya melewati akhir bulan tidak hanya dirasakan oleh Nasrul tapi juga oleh mahasiswa lainnya yang bernasib sama. Teruslah berusaha menemukan nasi dan makanan sejatimu Nasrul.

Jumat, 19 Oktober 2012

Love In Paris, Penyegaran Baru Sinetron Indonesia

“Aku pengen banget ngerasain deg-degan kalau tangan aku dipegang sama orang yang aku sayang, aku pengen ngerasa deg-degan kalau aku dipeluk sama orang yang bener-bener aku sayang.” – Love In Paris

Waktu kemarin malam aku tidak sengaja melempar sebuah pertanyaan di twitter tentang Kota romantis baik itu di Indonesia atau di luar negeri. Pertanyaan itu mengundang respon dari para follower ada yang menjawab Bandung, Jatinangor, Yogyakarta, Cibubur, dll. Untuk di luar negeri sendiri ada yang menjawab Seoul, Venice, Milan, Barcelona, dan Paris. Ada alasan tersendiri mengapa setiap orang punya pilihan Kota romantis menurut diri mereka masing-masing. Contohnya Paris, kota yang dikenal dengan menara eifelnya menjadi Kota impian banyak orang di seluruh dunia.

Menurutku ada banyak cara untuk mengetahui lebih banyak tentang keindahan Kota Paris misalnya dengan pergi langsung ke kota impian, menggali informasi tentang Kota Paris lewat internet, menonton film, dan menonton sinetron Love In Paris. Sebenarnya, aku menyangka kalau Love In Paris merupakan sebuah tayangan Film Televisi (FTV) dimana satu cerita habis dalam sekali tayang. Ternyata setelah muncul jadwal tayangnya setiap hari berati ini bukan FTV tapi sinetron yang setiap episodenya berkelanjutan.

Tayangan sinetron di Indonesia perlu sedikit penyegaran. Masyarakat mungkin tidak merasa jenuh dengan konflik di sinetron yang kesannya dibuat-buat dan alur cerita yang tidak masuk akal. Tapi, semoga dengan hadirnya sinetron dengan setting di luar negeri bisa memberi pengetahuan baru kepada para penikmat sinetron di Indonesia. Kota Paris dikenal dengan La Grandeur, Le Bonheur, La Richesse, danl’elegance. Disana ada bukit Montmartre yang indah setinggi 130 M dan ada monumen paling terkenal di Paris yaitu Arc De Triomphe, sebuah gapura kemenangan dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte dengan tujuan menghormati jasa tentara kehormatannya.

Love In Paris merupakan karya istimewa dari ScreenPlay Production dibintangi oleh Michelle Zudith, Rio Dewanto, Yunita Siregar dan Dimas Anggara. Berikut cuplikan dari sinetron Love In Paris yang mulai tayang hari Senin, 22 Oktober 2012 di SCTV pukul 19.30



Sondtrack sinetron Love In Paris diambil dari lagu milik Sammy Simorangkir (ex vokalis Kerispatih) berjudul “Dia”.

Sammy Simorangkir - Dia (OST Love In Paris)

Kamis, 18 Oktober 2012

Desahan Tetangga Sebelah

Pada malam itu setiap dari kita sibuk dengan kegiatan masing-masing dimulai dari Havk yang tidak pernah lepas dari ponser pintarnya biasanya, ia suka chatting dengan beberapa wanita di BBM termasuk dengan bule. Ozan dengan gesitnya menyelesaikan satu persatu tantangan di games PS yang sedang dimainkannya. Sidhy ada di kamar pinggir, ia tengah terbaring sendirian sambil mendengarkan lagu-lagu cinta yang punya memori indah bagi dirinya. Lette pada malam itu tak hentinya terus gelisah menceritakan kisah cintanya yang kandas karena hati kekasihnya dulu sudah ditembak oleh polisi. Itu mungkin alasan kuat kenapa nama polisi yang dimaksud harus diulang beberapa kali. Aku sendiri menjadi pendengar setia semua kegelisahan cintanya. Jujur aku yang ganteng ini tidak dibayar serupiah pun untuk mendengarkan semua cerita dari temanku ini. Squad BULUKUTEK belum benar-benar lengkap karena ada yang absen bertugas yaitu Ragil dan Fadil.

Hampir tidak ada satupun anggota Squad BULUKUTEK yang ingat kapan kita terbentuk. Untuk nama BULUKUTEK sendiri ditemukan dengan mudah oleh Sidhy @KaryDiryo lewat mention di twitter kepada kita semua dan tidak perlu rapat untuk menyetujui nama tadi karena sebelum diusulkan nama itu kita semua sudah setuju. Ketangguhan dari Squad BULUKUTEK dibuktikan dengan kehebatan kita menaklukan hati wanita setidaknya bisa dekat lebihnya mungkin bisa jadi pacar. Kenyataannya yang berhasil hanyalah satu yaitu Lette karena dia punya pacar dan tidak jomblo. Aku takkan pernah berhenti melangkah dalam hal mendekati wanita semua ilmunya aku dapatkan lewat tayangan FTV rutin setiap pagi, siang dan malam di SCTV atau RCTI.

Tiba-tiba saja Havk keluar dari markas sambil berjalan merunduk, matanya tidak pernah lepas dari layar ponser pintar BlackBerry. Aku melihatnya sedikit heran, Ozan juga ikut memperhatikan apa alasan Hvk keluar dan bertanya “Rek kamana maneh?” katanya singkat. Sebenarnya insting apakah yang sedang dipertajam oleh Havk? Belum sampai hitungan menit, lelaki berkecamata itu masuk kembali ke markas dan langsung melempar senyum manjanya kepada kita semua. Ia tengah membisikan sesuatu kepada Lette mereka berdua lalu keluar bersama sepertinya mencoba memecahkan teka-teki yang sedang terjadi. Tanpa perlu ada komando, Ozan sudah ikut keluar. Seperti layaknya penyusup mereka bertiga kembali masuk ke markas lalu melepas tawa dan jerit yang memuncak. Aku semakin dibuat bingung dan penasaran oleh tingkah laku mereka.

Setelah tahu apa yang baru saja terjadi pada malam itu, aku, Ozan, Lette pergi keluar untuk memastikan kalau di kamar sebelah dalam kondisi baik-baik saja. Maksudnya desahan dalam hening yang dimaksud terdengar oleh kita. Hmmmm............Acgghhhhhhhh........hmmmmmmm. benar saja suara itu terdengar samar-samar dari balik tembok tetangga sebelah. Jujur saja, kita bertiga dibuat betah untuk lama-lama berdiri disini. Dari dalam markas Havk tertawa dengan keras. Kamera ponselnya dengan cepat dinyalakannya untuk memotret kita bertiga. Aku sudah seperti tersangka penyadap suara kebahagiaan orang lain.

Memang sulit dipercaya tapi itu nyata terjadi. Suara desahan dari merupakan curahan kebahagiaan dari tetangga sebelah yang sudah menikah. Kata Havk dan Lette sang lelaki perkasa sudah bekerja dan wanitanya masih berstatus sebagai mahasiswi. Itulah malam Jumat terindah bagi Squad BULUKUTEK. Rugilah anggota yang tidak datang seperti Ragil dan Fadil. Pesan dari BULUKUTEK adalah sesuatu yang tidak pernah kita duga-duga sebelumnya bisa terjadi kapan saja terutama di malam Jumat.

Sabtu, 22 September 2012

BBQ Party Membuatku Gagal Fokus

Sabtu, 22 September 2012
Doni dan Kika sudah berdiri saling berdekatan di depanku dan youth leader lainnya. Doni mulai menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kedatangan kita semua pada acara BBQ Party di BCCF Simpul Space 2. Setelah itu giliran Kika yang menyampaikan kesimpulan saat kumpul di Potluck Kitchen,  dari kalimat pembuka saja sudah jauh meloncat dari topik pembahasan. Merasa ada yang ganjil salah seorang temanku berteriak “Gagal fokus tuh si Kika,” katanya.

Kata “Gagal Fokus” bisa secepat itu menyebar lewat aplikasi whats app para anggota MTV EXIT Youth Leader. Kika melanjutkan topik pembahasan pada malam itu, Grace muncul untuk membantu Kika menyampaikan program apa yg harus dikerjakan lagi oleh kita semua. Lilin-lilin kecil masih menyala, hentakan musik disco bertempo up beat berhenti untuk sejenak. Kata Grace,youth leader akan membuat sebuah pameran eksibisi tentang human trafficking. Pameran bisa dalam bentuk foto atau karya desain yang penting waktunya dulu ditentukan oleh kita.

Hasil kesepakatan bersama terpilihlah Ojan sebagai ketua untuk eksibisi nanti. Waktunya sudah ditentukan di awal Desember. Penggarapan konsep harus sudah matang selama satu minggu. Bowo dipilih sebagai pendamping Ojan dan Yanyan ada di tim kreatif. Lagi-lagi kita semua gagal fokus. Belum selesai obrolan satu, fokus berpindah ke masalah jomblo. Merasa mendapat peluang untuk menunjukan eksistensi salah seorang jomblowan berteriak “ Gue gak jomblo tapi single,” katanya lega.

Jangan sebut nama skripsi karena itu bisa membuatku gagal fokus. Tidakkkkkkkk!!! Mendengar namanya saja membuatku teringat pada wajah dosen pembimbing. Pepatah “banyak jalan menuju Roma” tidak berlaku dalam hal mengerjakan skipsi. Satu-satunya orang yang harus aku temui adalah dosen pembimbing bukan orang lain seperti Asmirandah atau Nikita Willy. Ingatlah mahasiswa tingkat akhir itu mudah tersinggung.

Pada malam itu pandanganku hanya tertuju pada apa yang ada di depanku yaitu beberapa tusuk sate sosis dengan paprika dan daging ayam yang masih belum dibakar. Makanan itu semua tidak bisa membuat perutku kenyang. Acara BBQ Party seharusnya dirubah menjadi Padang Party atau Warteg Bahari Party, kenapa? Karena makanan yang sidajikannya bukan hanya membuat perut kenyang tapi juga bisa dibungkus untuk dibawa pulang ke kosan.

Senin, 10 September 2012

Gelang Ungu Untuk Riska

Sabtu, 8 September 2012
Dari judulnya saja sudah seperti judul cerpen atau judul salah satu bagian dari novel. Aku sedang belajar membuat serangkaian cerita yang menarik. Kali ini mari kita memulainya dari janji. Apa yang pernah aku tawarkan pada seseorang lantas belum bisa aku penuhi, buatku itu menjadi sebuah janji. Seseorang yang pernah membuat janji pasti akan terus teringat kalau janjinya belum ditepati terlebih janji pria pada seorang wanita.

Sejenak kita pindah ke cerita lain, pada waktu pagi saat mentari sedang giat-giatnya bekerja. Aku sudah bertarung mengalahkan diri sendiri pergi menuju ke sebuah toko yang menjual beragam makanan dan minuman. Toko itu letaknya berdekatan dengan kampusku namanya Toko Dani mungkin itu nama dari pemiliknya atau nama salah setu orang yang paling disayangi oleh pemilliknya. Belum lama duduk di bangku panjang, Pungkit datang menyapaku. Aku sudah bisa menebak apa yang akan dibelinya. Kalau tidak rokok pasti kopi. Dia baru saja pulang dari Ujung Berung untuk mengecilkan baju. Jemariku tak hentinya mengetik sms menanyakan dimana keberadaan dirinya sekarang. Beberapa sms sudah aku kirim tapi belum ada sama sekali jawabannya di kotak masuk. Sampai akhirnya aku harus pergi dari Toko Dani menuju Asrama 2 Saudara.

Handphoneku bergetar pertanda ada sms yang masuk. Sejuta rasa penasaran muncul saat nama Riska Q Sakinah tampil di kotak masuk.

“My mother is sick. So, I’ll go after dzuhur. Sorry,” itulah isi sms singkat darinya.

“Well cha never mind. Get well soon for your mom. Leave a massage if you already come.” balasku sambil menunggu kiriman sms itu sampai.

Pada hari yang sama di waktu berbeda, aku kembali datang ke Toko Dani untuk kedua kalinya. Kursi yang tadi aku duduki masih saja kosong. Tempat itu sepertinya sudah dipersiapkan untuk aku tempati bersama Icha. Mataku masih terus menatap setiap barisan kata yang tercetak di dalam buku “Semiotika Visual” karangan Kris Budiman. Ada sedikit kejutan kecil di hatiku, katanya ia sudah datang coba pindahkan tatapan matamu kedepan. Benar saja hati tidak bisa bohong Icha sudah datang mendekatiku lalu tangan lembutnya bersentuhan dengan tanganku. Inilah kali pertama aku bertemu dengannya.

“Maaf icha jadi ke kampusnya siang soalnya tadi pas mau berangkat pagi mamah Icha sakit,” katanya meminta maaf padaku. Aku dan Icha sudah duduk berdekatan di satu tempat. “Maaf ya, kalau aku orangnya cerewet” katanya lagi. Seberapa cerewetnya dirimu yang terpenting jangan ada seorang pun yang mengusik kita walaupun hanya butiran debu.

Wajahnya imut, bibirnya manis tanpa polesan lipstick. Senyumnya mampu mengundang hujan setidaknya gerimis juga iri. Aku jadi teringat akan gelang ungu yang aku bawa untuknya. Gelang itu warnanya ungu, aku berikan kepadanya dengan tulus. Tangannya dengan lembut penerima gelang ungu pemberianku. Kini gelang itu sudah melingkar indah di tangan kirinya. Rasa bahagiaku kian bertambah saat apa yang aku lihat itu nyata. Warna baju yang Icha kenakan sama warnanya dengan kaos milikku. Ia mengenakan rok, tas kecil bentuknya kotak berwarna biru dan 2 buku tebal dibawanya.

Seandainya ada kamera disampingku pasti sekarang sudah ada beberapa foto cantiknya tersimpan dengan baik di ruang hatiku. Icha bercerita tentang perkuliahannya. Hampir semua dosen sudah masuk dan memberikan tugas cukup banyak. Selesai kita bertemu, ia harus pergi untuk mengerjakan tugas di kosan temannya.

Sudah beberapa pasang mata lewat mengamati dan mengawasi kita. Dirimu terus menyemangatiku untuk tidak galau. Maaf kalau jawaban yang keluar dari mulutku hanya kata “galau” ketika dirimu bertanya apa kegiatanku sehari-hari sekarang? Dirimu pergi meninggalkan rindu bagiku bersama sebuah pesan “Jangan galau lagi ya”

Jumat, 07 September 2012

Tempatkanlah Kegantengan itu Pada Tempatnya

Saat loe punya temen yang ganteng pintar-pintarlah untuk menempatkannya pada posisi yang tepat terutamanya saat loe harus berada di tengah kerumunan cewek cantik. Kenapa gue bilang gitu? Soalnya mau segimana gede usaha loe, cewek-cewek itu pasti lebih tertarik buat cari perhatian dan kenalan sama temen cowok loe yang ganteng. Kalau loe belum merasa ganteng itu artinya nasibnya sama kayak gue. Gue punya temen namanya Bayu, orangnya ganteng, kulitnya putih, rapih dan wangi. Kurangnya cuma satu sih, dia sering banget ngelucu yang ngebuat tingkat kegantengannya menurun, itu menurut gue. Misalnya “Sebentar ya, saya mau ke WC dulu takut ee di celana.” Buat cowok ganteng gak perlu kan kalau ke WC itu dijelasin mau ngapainnya.

Bayu kebeneran harus dipertemukan bareng gue di sebuah organisasi kampus namanya SUAKA. Seberapa gantengnya seseorang belum tentu bisa terbebas dari bencana patah hati. Seringkali Bayu ngalamin patah hati, gue dapet kabarnya dari temen yang telah menderita syndrom kepo sejak lama. Darisana gue ngambil kesimpulan jadi ganteng itu gak selamanya menyenangkan.

Tapi, semua itu berubah ketika Bayu terpilih jadi Pimpinan Umum di organisasi gue. Kegantengannya kini punya daya jual. Waktu dia ngomong semua anggota fokus dan hening karena gue yakin bukan omongannya yang didengerin. Tapi, terpesona sama kemilau wajahnya yang ganteng. Gue punya temen yang nasibnya sama namanya Ozan. Kita berdua sering kehabisan kesempatan buat kenalan sama cewek karena banyak yang lebih memilih kenalan sama Bayu. Puncak-puncaknya pas waktu peresmian FKPMB dimana banyak cewek-cewek yang dateng. Waktu itu Bayu dateng dengan gayanya yang casual, baju kotak-kotak dan celana levis. Dari jauh banyak cewek dan juga cowok yang bertanya-tanya itu siapa sih? Gue dan Ozan yang kenal baik sama cowok itu langsung aja ngejawab tanpa perlu disuruh “Itu Pimpinan Umum SUAKA yang baru” kata kita berdua sambil coba tebar pesona. Perih rasanya respon yang dateng dari cewek-cewek itu cuma kata “Ohhhhhh”

Selesai gue ngasih tahu, tiba-tiba aja cewek-cewek yang tadinya pada ngumpul langsung ngedeketin Bayu ada magnet apa mereka kesana. Kejadian itu ngebuat gue dan Ozan kehilangan keperjakaan. Untungnya kita berdua belum jadi operasi plastik buat ngerubah muka jadi ganteng. 

“Ini sama Bayu ya Pimpinan Umum SUAKA yang baru,” kata cewek-cewek itu. Bayu ngebales mereka sambil ngeluarin jurus senyumannya. “Iya, saya Bayu Pimpinan Umum SUAKA yang baru,” katanya.

Buat menarik perhatian lawan jenis cewek gak kalah pintar sama cowok. Habis kenalan sama Bayu salah seorang cewek ada yang ngajak foto bareng “Eh Bayu bisa foto bareng gak sama kita.” katanya genit. Nggak tahu kenapa waktu itu Bayu gak ngasih respon sama sekali, cuma kata “sebentar” yang terus-terusan keluar dari mulutnya. Gue dan Ozan bingung harus berbuat apa. Gue coba bujuk dia supaya mau foto bareng sama tiga cewek itu. Bujukan gue belum berhasi, Bayu terlihat sibuk dengan handphonenya dan mencoba keluar dari situasi ini. Pada akhirnya nggak ada seorangpun cewek yang berhasil foto bareng sama Bayu.

Gue berdua dateng ke Bayu buat nanyain, kenapa tadi nggak mau foto bareng sama mereka? Bayu ngejawab “Nggak mau ah malu” katanya. Dalem hati gue bilang “ada juga ya cowok ganteng yang masih malu-malu. Gimana kalau dia nggak ganteng?”

Dari semua kejadian yang pernah terjadi, gue suka ngambil kesimpulan penting. Kejadian waktu itu ngebuat gue dan Ozan sadar betapa pentingnya buat pergi kemana-mana tanpa harus ada Bayu. Seandainya dia ada kesempatan kita berdua buat kenalan dan bisa ngedapetin nomer handphone cewek cantik semakin sulit. Tempatkanlah kegantengan itu pada tempatnya cuma itu solusinya.

Rabu, 05 September 2012

Pengalaman Menjadi Youth Leader di Konser MTV EXIT

Intro lagu “ Muda dan Berani” dari Speaker First di waktu sore menemaniku untuk membuat laporan Konser MTV EXIT Stop Human Trafficking ini. Tepatnya pada hari Sabtu, aku berhasil menembus jalanan dengan cepat memberanikan diriku untuk menjadi yang terdepan di jalanan ketika itu. Aku sudah sampai di lapangan Gasibu, disana berdiri panggung yang megah. Semangat dari sekumpulan anak muda yang ingin menonton konser MTV EXIT telah merasuk pada jiwaku. Gate masih belum dibuka penjagaan dari security begitu ketat. Bagi siapapun yang ingin masuk harus menunjukan id cardnya. Aku masuk lewat pintu belakang dan langsung bergabung dengan anggota MTV EXIT Youth Leader yang sudah datang terlebih dahulu.

Sebelum gate di buka ada briefing terlebih dahulu, kami bagi-bagi tugas untuk menjadi setiap sudut yang nantinya akan dipadati oleh ribuan orang yang datang bukan hanya dari Bandung tapi daerah laiinya juga. Aku mendapat kesempatan untuk menjaga stage di paling depan sebelah kanan. Tugas dari Youth Leader adalah menyampaikan pesan tentang apa itu perdagangan manusia dan membagi-bagikan gelang ungu. Gate telah dibuka satu persatu pengunjung yang kebanyakan dari anak muda mulai memadati lapangan Gasibu. Gaya mereka beragam ada yang datang dengan kaos hitam, baju kemeja kotak-kota, kaos dipadukan jaket, dll. Satu persatu anggota Youth Leader mulai menyapa pengunjung termasuk juga aku. Terkadang ada juga pengunjung yang sengaja datang untuk meminta gelang. Saat ditanya tentang apa itu Human Trafficking? Sebagian sudah ada yang tahu dan mengerti sebagian lagi ada yang baru mengetahui dan mengdengar lewat penjelasan dari kami. Gelang ungu habis lebih cepat karena banyaknya permintaan.

Satu persatu band pengisi acara mulai naik ke panggung MTV EXIT. Ketika ditanya band apa yang paling ditunggu? Kebanyakan jawaban yang keluar dari pengunjung asal Bandung adalah ROSEMARY. Bukan hanya ROSEMARY yang akan tampil ada juga Speaker First, Glory of Love, D’Masiv, The Changcuters, Bondan Prakoso feat Fade 2 Black, Winner, Pas Band dan band indie asal Australia Xpatriate. Walau konser MTV EXIT gratis banyak dari pengunjung yang belum mendapat tiket sehingga harus menontonnya dari luar. Selain sajian musik ada juga berbagai macam stand yang memberikan banyak pengetahuan tentang apa itu perdagangan manusia dan bagaimana cara menanggulanginya. Dari Bandung sendiri ada stand kreatif dari Bandung Creative City Forum (BCCF), Komunitas Air Foto Network, dan BULB (Barudak Urban Light Bandung). 

Dari sekian banyak pengunjung di lapangan Gasibu, aku menemukan banyak dari temanku yang datang ke konser. Salman, Dody, Aad dan Ucok datang lebih awal diwaktu sore. Selanjutnya menyusul Miko Alonso, wartawan Bisnis Indonesia ditemani pacarnya Nabila. Rangga ada ditengah-tengah kerumunan penonton konser datang menanyakan kabar diriku dan ia sedikit bercerita tentang pacarnya Ifuu. Puncaknya pada saat sekumpulan mahasiswa tingkat akhir datang Ozan bersama Elia, Haveuk, Lette, Karyo, Fadil dan teman wanitanya. Gelang ungu yang masih tersisa aku bagikan kepada mereka.

Panggung yang megah, suara sound yang memuaskan ditambah percahayaan luar biasa menambah semarak konser MTV EXIT apalagi ditambah dengan ROSEMARY yang sekarang sudah ada dipanggung. Lagu “Heroes” membuka penampilan dari mereka. Penonton konser seketika larut dalam alunan lagu, bernyanyi dan bergoyang bersama. Band pop punk ini menyampaikan pesan untuk menghentikan perdangan manusia “Daripada jualan manusia mendingan oge jualan seblak jeung cireng” kata Ink

Konser berjalan dengan damai tidak ada kerusuhan karena pengamanan begitu ketat. Band asal Australia Xpatriate mendapat sedikit respon dari penonton karena nama dan lagu mereka masih asih di kalangan pendengar musik di Bandung. Sudah saatnya pulang karena tidak ada lagi band yang harus aku tonton. Menjadi Youth Leader merupakan sebuah pengalaman berharga. Aku, Bayu, dan Hardi yang terpilih dari kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Jangan lagi ada dari Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia. Masih banyak peluang kerja atau menciptakan pekerjaan di Indonesia, jadi buat apa harus pergi ke luar negeri. Sadarlah manusia bukan untuk diperjual belikan. Stop Human Trafficking.

Jumat, 31 Agustus 2012

Stop Human Trafficking Campaign at Taman Cempaka Bandung

Kampanye MTV EXIT Stop Human Trafficking kedua kalinya digelar pada hari Kamis (29/08) di Taman Cempaka Bandung, sebuah taman yang letaknya berdekatan dengan Taman Pramuka.Sejumlah anak muda dan komunitas-komunitas kreatif di Bandung sudah berkumpul sejak sore hari. Acara berlangsung sampai malam dengan berbagai macam kolaborasi yang unik seperti kolaborasi shuffle dance dan BULB Bandung, live graffiti dari BULB, Levitasi, dan yang tidak kalah menarik ada penampilan firewok dance. Waktu kemarin juga ada bagi-bagi tiket gratis Konser MTV EXIT Stop Human Trafficking hari Sabtu di Lapangan Gasibu Bandung oleh 50 orang youth leader.






















































Rabu, 15 Agustus 2012

Betapa Beruntungnya Diriku

“Halo kaka :) aku lg di kebun loh, ada acra bukber sm anak” jalanan. Trharu :(” tertulis jelas di depan layar handphoneku sms itu datang dari Anisa Isti, biasanya dibalik sebuah sms ada sesuatu yang ingin disampaikan. Aku biasa memanggilnya Isti, dia mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia lebih dikenal UPI. Ketertarikan besarnya terhadap dunia sastra membuat Isti banyak menyukai kegiatan-kegiatan sastra di Bandung. Satu jam sudah aku melewatinya bersama Ucay. Sudah tidak terhitung berapa makanan yang aku habiskan di Angkringan Magelang. Percayalah betapa intimnya kita berdua. Mengapa tidak ada satupun anggota pers mahasiswa yang berani untuk bergabung?

“Aku juga lagi di ITB, aku kesana ya. Udah pulang belum?” sms balasan itu aku kirim.

Selamat tinggal angkringan, aku pergi  menjauh meninggalkan jalan Ganesa menuju Kebun Seni. Dari kejauhan sudah terdengar bebunyian lain belum bisa ditebak darimana bunyi itu berasal. Saat sampai di Kebun Seni puluhan anak jalanan sudah duduk tidak beraturan di depan dan belakang panggung diterangi lampu seadanya. Lelaki kesepian sepertiku jarang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk berduaan dengan wanita. Tapi lain dengan malam ini. Rasa-rasanya sepi itu telah menjauh ditelan malam. Isti masih mencari-cari keberadaanku dimana? Dari depan panggung menuju ke belakang. Berjalan manis mencariku. Terima kasih Tuhan kita berdua sudah dipertemukan.

Saat berkenalan dengan Anisa Isti logat sundanya melekat pekat. Sulit untuk melupakan wajah semanis ini. Tiada warna hijau seindah baju dan kerudung yang dipakainya. Obrolan demi obrolan tak hentinya mengalir. Jika wanita ingin mendapat perhatian maka lelakilah orang yang tepat untuk memberi perhatian itu. Aku sengaja datang dengan membawa susu wedang jahe untuknya. Sungguh senyumnya semakin manis. Sebenarnya masih ada yang ingin kuberikan yaitu jaket sebagai pengusir rasa dingin. Sepertinya itu terlalu cepat  di awal-awal masa perkenalan.

Kata Isti anak-anak jalanan ini datang sekitar pukul 17.00 dengan membawa bendera. Ada nama lain yang baru aku tahu tentang Anisa Isti, teman-teman di Kebun Seni biasanya memanggilnya Cha. Anak-anak jalanan di Kebun Seni menunjukan kreasi seninya diatas panggung mulai dari menyanyi, menari sampai membaca puisi. Mereka datang dari daerah Sudirman, Dewi Sartika dan Pasir Kaliki. Aku menikmati setiap serangan pertanyaan dan senyuman darinya.

Cha membuatku merasa nyaman. Sebuah keberuntungan buatku bisa berdiri disampingnya menikmati aroma malam dan nyanyian anak-anak jalanan. Dia ingin sekali membeli buku-buku sastra mulai dari novel Promoedya Ananta Toer, kumpulan catatan pinggir Goenawan Mohamad. Bahasanya sulit dimengerti memang yang terpenting terus membacanya itu katanya. Satu lagi buku dari Putu Wijaya. Sastra sudah akrab sejak Cha SMA kegemarannya menulis puisi berlanjut sampai masuk kuliah di UPI.

“Pas awal-awal sih ngerasa beda dari yang lain soalnya kan mereka habis kuliah biasanya jalan-jalan. Kalau aku sama Resti biasanya janjian di kantin buat ngebahas puisi.” Kata-kata itu mewakili perasaan hati dari wanita penyuka sastra yang berdiri tepat disampingku.

Terima kasih Cha atas keceriaan dan senyuman terindah darimu. Minumlah susu wedang jahe dariku supaya tubuhmu hangat. Tolong jangan larang aku menulis tentangmu. Mungkinkah hubungan kita bisa lebih dari sekedar teman?

Senin, 13 Agustus 2012

Buka Puasa Bersama FKPMB di Punclut

Kemacetan di Punclut menjelang buka puasa. Minggu (12/08).















Karena kemarin ada acara buka bersama teman-teman dari Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung (FKPMB) aku menunda kepulangan ke rumah. Ramadhan tinggal tersisa beberapa hari lagi sudah dipastikan jalanan di Bandung pasti macet terutama di hari Minggu. Aku, Ozan, Lette dan HVK berangkat dari kostan sekitar pukul 15.00 menuju kampus STIE Equitas untuk bertemu dengan Tiara. Perjalanan singkat telah membawa kami sampai di kampus Equitas, Ozan turun dari mobil untuk bertemu Tiara. Setelah bertemu Tiara belum ditentukan tempat mana yang akan kita kunjungi. Rencana awal di Punclut namun masih ada rasa ragu dari Ozan sedangkan Tiara sendiri sudah yakin. Maka diputuskan Punclut jadi tempat tujuan buka bersama FKPMB. Tiara langsung sibuk dengan menghubungi teman-teman yang lain yang dipastikan akan ikut kesana.

Belum lama Siti muncul dari kejauhan dan langsung naik ke dalam mobil. Dia adalah salah satu anggota dari ISOLA Pos yang baru pulang KKN dari Garut. Saat melewati jalan-jlaan strategis di Bandung seperti Gasibu dan Dago belum terasa sama sekali kemacetan. Mobil dan mobil masih bisa berjalan seperti biasa tanpa harus menunggu. Waktu adzan maghrib sudah semakin dekat, kita mulai memasuki daerah Ciumbeluit. Saat aku masih menunggu Isman, ada-ada saja kelakuan dari Lette dan HVK mereka yang duduk di jok paling belakang ke luar untuk mencari gorengan dan air minum. Perjalanan kembali dilanjutkan langit sudah mulai gerimis Isman masih ada diluar lalu masuk ke dalam mobil.

Laju mobil harus terhenti saat jalanan sudah dipenuhi oleh tumpukan mobil dan mobil. Jalan menuju Punclut mulai macet terlebih waktu buka puasa sebentar lagi. Keputusan tepat harus diambil, aku mengusulkan untuk buka puasa di warung yang ada didepan. Ozan memarkirkan mobilnya di lahan kosong yang hampir dekat dengan jurang. Lahan itu memang bukan tempat yang tepat untuk parkir. Belum juga satu menit berselang sudah ada mobil lagi yang parkir disana mengikuti jejak kita. Jadi, kalau di Indonesia segala sesuatu harus ada yang mengawali. Kemacetan total semakin menjadi-jadi. Mobil dan motor sulit untuk bergerak sudah tidak ada ruang kosong lagi. Punclut sore itu macet total. Kita dan orang-orang yang ada disanalah yang jadi saksinya.

Nasi, ayam, tahu dan tempe ditambah sambel sudah tersaji dengan rapi di depan mataku. Alhamdulillah sudah adzan maghrib walau belum terdengar karena aku tahu itu dari twitter @infobandung dengan twitnya “Selamat berbuka puasa untuk warga Bandung dan sekitarnya” . “Kamu lebih percaya ke twitter daripada adzan maghrib,” kata Isman. Aku tersenyum sambil mulai minum segelas teh manis hangat. Lette dan HVK sudah sibuk dengan gorengannya. Prediksi mereka berdua tepat. Gorengan yang sudah dibeli jadi konsumsi kita semua. Kemacetan di Punclut jadi pemandangan pelengkap buka puasa.
Tidak perlu diceritakan seperti apa aku makan. Cukup bayangkan saja bagaimana nikmatnya makan nasi, ayam bakar, tahu-tempe dan sambal. Buka puasa bersama FKPM sore itu tidak lengkap yg tidak bisa datang diantaranya Gandjar Daun Djati, Aziz Birama UNIKOM, Pimen Jumpa, Teta Djatinangor, Ucayy Gema Suara, dll.

Selesai makan satu-persatu pers mahasiswa mulai menceritakan permasalahannya masing-masing. SUAKA misalnya yang sekarang sedang menggarap majalah tapi para anggota barunya tidak kuat untuk rapat berlama-lama. Suara Mahasiswa (SM) baru saja punya pimpinan umum yang baru namanya Ujang. Tidak lupa kelanjutan forum ini dibicarakan. FKPMB sekarang kehilangan sosok figur tidak seperti Gandjar. Sekjen FKPMB, Ucayy masih belum bisa merangkul anggota pers lain itu curhanan hati para senior FKPMB. Untuk website saja yang diusulan dari jauh-jauh hari belum sama sekali dibuat. Ozan bilang paling tidak gunakan layanan gratis dulu seperti blogspot lalu nanti baru dijadikan website. Aku sendiri merasa FKPMB sudah tidak berapi-api lagi. Setiap persma yang tegabung di forum terutama sekjen berperan besar untuk membuat api itu tetap menyala. Regenerasi harus tetap ada jangan biarkan ketika satu orang hilang semuanya menghilang.

Dari kejauhan terlihat cahaya lampu di kota Bandung sudah semakin terang, itu menunjukan malam semakin terasa gelap. Masih ada banyak mobil dan motor yang menuju Punclut. Aku bersama yang lainnya kembali pulang. Perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada ketika pergi. Pasti ada cerita lain di hari esok bukan lagi tentang Punclut dan kemacetannya.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Mesin-Mesin tak Bernyawa

Aku tidak suka memulai menulis dengan kata 'tapi', 'terkadang' dan kata-kata yang punya arti ketidakpastian. Jadi biarkan aku menempatkan kata yang pas di paragraf pertama ini. Pernahkan terpikir kenapa di bumi ini harus ada mesin, listrik dan teknologi? Semua jawaban pasti terpusat pada satu kata yaitu 'perubahan' gagasan perubahan tentu muncul dari orang-orang yang tidak ingin menjalani kehidupan yang sama secara terus menerus. Jika dulu orang-orang ingin berkomunikasi dengan teman, saudara, dan tetangga mereka biasanya bertatap muka  di rumah atau tempat yang sudah dijanjikan. Berbeda dengan sekarang perkembangan teknologi yang pesat mempermudah jalur komunikasi lewat pesan pendek atau telepon genggam. Serba mudah hanya cukup menggerakan jari sambil memijit angka-angka atau nomor.

Perubahan demi perubahan terus terjadi. Manusia-manusia digital tidak perlu lagi bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ingin pergi ke suatu tempat cukup gunakan kendaraan bermotor bisa itu mobil atau motor. Ingin mengusir rasa lapar cukup memesan makanan siap saji yang diantar langsung ke tempat. Ingin menghubungi teman di luar kota tidak perlu lagi kesana cukup sms atau telepon dengan handphone. Semua hal tentang dunia bisa didapatkan lewat internet yang sudah mudah diakses dimana-mana. Jadi, apa lagi yang dirasa masih kurang?

Jika melihat apa yang terjadi di Indonesia kepemilikan barang-barang yang sekarang menjamur seperti BlackBerry, Handphone canggih, iPad, iPhone, dll menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Para produsen dari luar sana optimis negeri ini menjadi pasar yang empuk untuk memasarkan produk-produk mereka. Produk lokal tidak pernah sama sekali dilirik oleh pasar. Alasannya tentu karena banyaknya kekurangan dari produk itu. Permasalahan kemacetan terjadi karena kendaraan bermotor semakin banyak. Tidak ada undang-undang yang jelas. Tidak ada pembatasan produksi kendaraan. Jebakan kredit dengan tawaran manis di awal dan pahit di akhir menjadi straategi pemasaran ampuh. Masyarakat yang ingin mendapatkan gengsi banyak menjadi korbannya.

Alur kehidupan manusia sekarang tidak sepenuhnya diatur oleh jiwa masing-masing. Ada energi lain yang bisa mengubah kepribadian yaitu mesin-mesin tak bernyawa. Bayangkan tanpa ada perintah mobil dan motor rajin dirawat kadang jika sedikit tergores sedikit membuat hidup tidak tenang. Panggilan nyata sering dilupakan karena suara-suara bising dari telepon genggam. Berlama-lama menghabiskan waktu dengan handphone lebih menyenangkan daripada harus bertemu dengan teman. Ada apa sebenarnya? Apakah ini perubahan yang dimaksud!

Musuh yang sebenarnya sudah muncul ke permukaan. Mesin-mesin tak bernyawa mencoba mengambil sebagian dari nyawa manusia. Tujuan untuk mempermudah kehidupan telah meleset jauh. Memang tidak semua seperti itu merupakan sebuah alasan pembelaan. Manusia sudah bersahabat baik dengan mesin. Haruskan jalan perang dipilih jika perlu memusnahkannya. Silahkan memilih karena disini tidak ada paksaan sama sekali.

Jumat, 03 Agustus 2012

Proses Panjang Demi Sebuah Kualitas

Waktu telah membawaku sampai menuju bulan Agustus bertepatan juga dengan bulan Ramadhan. Tiada hentinya aku berusaha untuk menemukan judul skripsi dengan berbagai cara. Mulai dari pergi ke perpustakaan, membaca artikel dan mengobrol bersama teman. Pada waktu pagi, aku datang ke kantor jurusan untuk daftar Semester Pendek mata kuliah Pendalaman Bahasa Inggris. Pada waktu itu, ibu Lia bilang kalau pendataran SP sudah ditutup. Seharusnya aku daftar dari beberapa hari sebelumnya. Ada sistem baru yang diterapkan untuk mengikuti SP dari pihak birokrat  termasuk dalam hal biaya SP seharga Rp 150.000,- pembayaran dilakukan melalui bank BRI. Quota SP adalah 20 orang untuk satu kelas, dengan mendaftarkan diri sebelumnya ke jurusan masing-masing.

Saat ini, aku kehilangan kesempatan untuk mengikuti SP karena terlambat daftar ke jurusan. Aku terbilang mahasiswa yang jarang berkunjung ke jurusan. Ibu Lia bilang aku terlalu sibuk diluar sehingga melupakan akademik “Organisasi itu tidak bisa membantu dalam hal nilai akademik,” katanya.

Aktif di organisasi adalah jalan yang kuambil. Buatku keilmuan tidak hanya didapatkan di kelas tapi bisa lewat proses pencarian. Betapa menyenangkan bisa bertemu dengan orang-orang baru, mendengarkan setiap cerita dari mereka dan belajar apa yang belum aku ketahui dari mereka. Beberapa temanku yang lain satu angkatan sudah mengikuti sidang komprehensif beberapa dari mereka dikabarkan lulus dan ada yang lulusnya ditangguhkan. Jadi, ketika sidang kompre nilai dari 3 orang penguji harus keluar. Untuk mengikuti sidang kompre semua nilai mulai dari semester awal sampai akhir harus keluar. Jika ada nilai ‘E’ tentu saja harus mengulang paling tidak ‘D’ sudah bisa ikut.

Sejak berlakunya peraturan baru, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) tidak mempermasalahkan lagi sampai berapa kali seorang mahasiswa harus mengikuti sidang kompre karena untuk mengikuti sidang setiap mahasiswa harus membayar Rp 150.000,-. Lagi-lagi harga yang cukup mahal untuk dunia pendidikan. Aku belum membandingkan seperti apa sidang kompre yang terjadi pada seniorku dulu. Apakah sama atau ada perbedaan.

Aku ingin terbentuk sebagai mahasiswa tangguh yang tidak membangga-banggakan nilai. Proses panjang demi sebuah kualitas lebih baik aku jalani. Sebagai mahasiswa, aku sendiri jangan pernah merasa benar lalu lupa untuk intropeksi diri. Jangan pernah merasa puas teruslah mencari dan banyak belajar dari pengalaman. Aku percaya skripsi pasti selesai. Semangat perjuangan harus lebih aku kobarkan. Agustus mengingat jasa-jasa para pahlawan Indonesia. Bisa, bisa dan bisa. Semangat!

Selasa, 31 Juli 2012

Berbagi dan Bernyanyi di Konser Amal Hijabers

Bulan Ramadhan bukan cuma jadi bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Di bulan ini juga Jannaration bisa ngerasain gimana indahnya berbagi dengan sesama. Pada hari Minggu, 29 Juli 2012 Hijabers Community Bandung (HCB) ngadain acara Konser Amal Musik Positif Hijabers Community Bandung Cinta Anak Yatim bersama DPU Daarut Tauhid di Graha Pos, Bandung. Konser musik ini jadi konser musik positif terbesar pertama di Kota Bandung dengan menghadirkan 24 tim nasyid seperti Teddy Snada, Edcoustic, Daud Sakty, Sotul Harokah, Tashiru, Hawari, Fitri Widjayanti, Iccachinantya, Ghaida Tsurayya, HCB Voice, dll.

Acaranya dimulai dari jam 10.00 pagi yang dibuka oleh Sekertaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi. Setiap pengunjung yang datang dikenakan tiket Rp 5.000,- dengan harga segitu Jannaration turut berbagi dengan anak-anak yatim. Bukan cuma penampilan musik ada juga penampilan fesyen show dari Gda’s by Ghaida, Cuba Klik Shop, Aiesha Abia, Queenerikha, Rauda, Riham Collection, Rehab, Flows, Prugna, DnC Shoes, Femme Outfit, Internal by Erin dan Soleil Muslim Fashion. Semua itu hasil karya dari desainer-desainer muda kota Bandung.

Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh setiap penyanyi dan grup nasyid bernafaskan religi. Menariknya setelah selesai penampilan musik diselingi oleh fesyen show. Setiap model yang berjalan catwalk nggak pernah lepas dari jepretan kamera fotografer. Aliesha Abia yang fokus ke scraft dan pashmina, Queenerikha ingin menginspirasi muslimah lewat desain working our dan Gda’s by Ghaida masih tetap dengan karakter khasnya bunga-bunga lewat tema “Picnic Romantic”

“Alhamdulillah nggak nyangka yang dateng banyak ternyata nggak cuma anak muda aja tapi anak muda yang bertambah umurnya.” Kata Ghaida saat naik ke panggung.

Menjelang waktu ashar ada penampilan spesial dari Dian Pelangi yang sengaja datang ke Bandung. Dia tampil cantik dengan gaya khasnya menyanyikan 2 buah salah satunya dari Maher Zain “Number One For Me” diiringi sama gitar akustik.

Mini Film Ramadhan di Kampung Hijabers
Waktu buka puasa terasa semakin dekat, sebanyak 200 anak yatim dari Dompet Peduli Umat (DPU) Daarut Tauhid sudah duduk manis di deretan bangku paling depan. Sajian konser musik berbeda sebentar lagi bisa dinikmati sama Jannaration. Konser musik bersama pemutaran film pendek “Ramadhan di Kampung Hijabers” berkisah tentang perjalanan seorang lelaki yang ingin memperdalam ilmu agama dengan pergi menuntut ilmu di kampung hijabers. Para pemain filmnya sendiri adalah penyanyi nasyid dan anggota Hijabers Community Bandung.

Cucu Hidayat perwakilan dari DPU Daarut Tauhid bilang kalau Jannaration punya harta berlebih ada baiknya dikeluarkan apalagi di bulan Ramadhan. “Adapun ketika kita punya harta berlebih ada baiknya kita keluarkan ketika Ramadhan karena sebaik-baiknya sedekah adalah di bulan Ramadhan,” katanya.

Mumpung masih bulan Ramadhan, udah saatnya Jannaration berbagi dengan sesama karena berbagi itu indah apalagi perhitungan pahala dari Allah buat orang yang sedekah berlipat-lipat. Salut buat Hijabers Community Bandung atas Konser Amal Musik Positifnya.

Indonesian Youth Conference 2012, Kita Yang Menentukan

Jurnalisme dan media sosial, kreativitas, dan kewirausahaan itulah tiga sesi yang aku ambil ketika mengikuti Indonesian Youth Conference 2012 di Thamrin Nine Ballrom. Forum IYC digagas oleh seorang wanita bernama Alanda Kariza banyak hal yang aku dapatkan termasuk ilmu dan pengalaman.

Rabu, 25 Juli 2012

Saat Janna Bertanya, Aku Menjawab

“Emangnya mau turun dimana?” tanya seorang pemuda berambut plontos kepadaku

“Mau turun di daerah Pejaten, Jakarta Selatan,” jawabku

Walau duduk di bis bersebelahan, percakapan antara aku dan pemuda itu baru dimulai saat ada pertanda dariku yang masih belum akrab dengan daerah di Jakarta. Malam itu bus Prima Jasa telah keluar dari gerbang tol, awan sudah gelap bercampur asap kendaraan bermotor yang tak hentinya membentuk kabut penuh polusi.

Obrolan kami berlanjut, “Sebentar, Pejatennya yang mana dulu? Ada Pejaten Pasar Minggu soalnya banyak daerah Pejaten di Jakarta Selatan,” tanyanya lagi

“Pokoknya daerah Pejaten aja yang ada di Jakarta Selatan,” jawabku sambil tersenyum

Aku disarankan untuk turun di daerah Cilandak lalu naik KOPAJA P20 karena jarak darisana lebih dekat daripada harus turun di terminal Lebak Bulus. Tibalah aku di daerah Pejaten dengan mengendarai KOPAJA P20 dari kejauhan terlihat sebuah gedung dengan tulisan REPUBLIKA itulah kantor yang aku cari. Laju kendaraan tak hentinya bergerak cepat tidak ada celah untuk melintas bagi pejalan kaki kecuali saat lampu merah menyala. Panas bercampur polusi mengiringi setiap langkah kakiku. Jangan tanya berapa banyak gedung pencakar lakngiit, apalagi jumlah setiap lantainya karena semakin tinggi gedung itu dan megah maka semakin bernilai harganya.

Iqbal datang menyapaku bersama temannya Faisal setelah selesai meliput rapat sidang isbat di Kementrian Agama RI. Aku pulang ke kostan Faisal untuk beristirahat. Besok masih belum puasa karena keputusan bersama awal puasa jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012.  Jika awal puasa hari Sabtu bukan berarti tidak ada yang puasa hari Jumat. Muhammadiyah mulai puasa hari Jumat lebih awal dari biasanya. Aku memilih untuk mulai berpuasa hari Sabtu bersama Iqbal dan Faisal.

Sejak pagi Faisal dan Iqbal sudah pergi ke kantor REPUBLIKA karena harus bertemu dengan redaktur menanyakan bahan liputan hari ini. Jam masuk kantor di Jakarta berlaku mulai dari jam 09.00 pagi itu juga biasanya kantor masih sepi waktu tersita saat perjalanan menuju kesana.

“Oiya, tapi besok loe interview di Kemang ya, bukan di Buncit. Takutnya salah,” itulah isi sms yang aku baca kemarin malam yang dikirim oleh Zelva Wardi reporter Majalah Janna.

Mandi, makan siang, mempersiapkan diri lalu berangkat menuju Kemang dengan menggunakan jasa ojek. Panggilan wawancara kerja membuatku penasaran dan merasa tertantang. Apa yang akan ditanyakan nanti oleh mas Agung Vazza, Editor In Chief dari Janna. Janna sendiri terbilang majalah baru dengan konsep mengedepakan anak muda yang islami. Petunjuk dari Zelva kantor Janna ada di belakang McD Kemang berjajaran dengan ruko-ruko No. 12H.

Saat melihat kantor Janna, bayang-bayang ketidakpercayaan hilang terhapus oleh keberadaan kantor yang aku tuju. Konsep kantor majalah anak muda dihadirkan lewat desain minimalis dan elegan. Beragam cover setiap edisi di tempel di dingding kantor dibingkai pigura berkaca. Mas Agung Vazza masih belum ada di kantor, aku menunggu sambil menikmati teh hangat yang disajikan.

Tidak perlu menunggu lama tiba-tiba ada suara yang menyapaku “Hamdi ya, tunggu dulu ya sebentar,” mungkin itu orang yang datang untuk menanyaiku sesuatu.

“Tau majalah Janna darimana? Hamdi suka ngerokok gak, saya gak apa-apa kan ngerokok?” Mas Agung melempar pertanyaan pertamanya kepadaku.

Aku sudah menjadi pembaca Janna sejak awal-awal majalah ini muncul. Desain dan isinya yang beda dari majalah yang ada menjadi alasan kuat kenapa Janna selalu aku nantikan. Apalagi setelah ulang tahun pertama ada perubahan dari segi ukuran, desain, dan kertas itu menjadi kekuatan baru untuk Janna. Gaya hidup anak muda yang kreatif sudah mulai masuk lewat bahasan gadget, gaya hidup hijau, komunitas dan industri kreatif anak muda.

Pertanyaan tentang diri pribadi termasuk kuliah harus aku jawab. Pertanyaan tentang kesiapan kerja sebagai reporter juga ditanyakan. Apakah aku siap untuk pindah ke Jakarta? Jika siap mulai besok sudah bisa ikut kegiatan semacam absen, rapat, dll. Aku masih belum bisa menjawab, memang untuk saat ini mas Agung bilang pemberitaan Janna masih fokus di Jakarta belum di kota-kota lainnya bukan menutup kemungkinan kedepannya akan ada di setiap kota karena permintaan untuk itu sudah banyak. Darisana aku berpikir ketika ada di Jakarta harus ada yang ditinggalkan. Tugas akhir mahasiswa lebih dikenal skripsi. Jujur tanggungjawab terbesar buatku itu bukan karena tuntutan dari orangtua lebih karena memang itu tugas yang tak terhingga bagi mahasiswa sebelum lulus.

Kiranya cukup pulang dengan membawa pengalaman, nasehat, stiker, dan majalah Janna edisi baru. Tidak lupa ucapan terima kasih kepada office boy atas sajian teh hangatnya. “Janna butuh orang-orang kayak Hamdan ini yang suka nulis dan mau belajar,” pesan itu menjadi gas pembakar buatku untuk kembali pulang ke Bandung esok hari.

Selasa, 03 Juli 2012

The Trees and The Wild Live at MAYDAY

Before I talks about the story, I want to tell you that I was resign from my job as operator. So, I work for one day to feel the work office situation. What do you think about that?

"Tuh kan Remedy lucu banget! sekarang jadi keliatan beda," ungkap salah seorang penonton cewek yang waktu itu histeris ngeliat Remedy vokalis dari band The Trees and The Wild beberapa detik terlewati ada lagi yang bilang kalau Charita Utami makin cantik aja sekarang. Sejak panggung terisi oleh band yang dikenal lewat lagu-lagu seperti "Irish Girl", "Berlin" dan "Malino" seluruh panca inderaku telah siap untuk menerima aliran musik dari mereka.

Lagu baru yang masih asing diperkenalkan kepada penonton di acara MAYDAY! Market to Divert Your Day musik yang memukau sedari awal tak hentinya membuat tubuhku bergerak mengikuti irama, raungan, dan hentakan drum yang menggetarkan area pertunjukan. Salman ada di barisan paling depan menemani sekumpulan wanita cantik yang sengaja datang untuk melihat betapa lucunya Remedy sambil sesekali memotret. Aku menikmati lagu kedua yang judulnya "Saija" ini adalah lagu baru TTATW yang pernah aku dengar sebelumnya di YouTube. Sayangnya "Our Roots" harus jadi lagu terakhir, karena alasan musik The Trees and The Wild yang terlalu keras di area mall Paris Van Java (PVJ). Sesingkat itu padahal mereka baru pulang bermain di Singapura dan langsung datang ke Bandung.

Untuk menuju ke mall PVJ tidak mudah, aku harus berjalan ke bawah dari daerah Setiabudi karena pada saat itu aku dan Salman sempat kehilangan arah tapi tidak tersesat. Jangan pernah sekali-kali menunjukan kalau kita tidak tahu daerah yang dituju bersikaplah santai dan seolah tahu. Kalau perlu berbicaralah bahasa Indonesia agar terlihat baru pertama kali datang itu kata Salman berdasarkan tips yang dibacanya. Mall PVJ yang luas belum membuat Salman yakin kalau aku tahu tempat yang dituju, aku bilang "Kalau kita sudah sampai disini kemungkinan untuk tersesat kecil karena tempatnya tinggal dicari."

MAYDAY! digelar selama 2 hari mulai dari hari Sabtu, 30 Juni 2012 sampai hari Minggu, 1 Juli dengan bintang tamu spesial The Trees and The Willd. Ada banyak barang yang dijual mulai dari baju kemeja, kaos, celana denim, sepatu sampai makanan yang semuanya merupakan hasil karya dari mahasiswa ITB. Dekorasi unik saat masuk dirancang untuk membuat suasana terlihat berbeda dan pengunjung tertarik untuk datang. Pada saat datang aku bertemu dengan generasi merunduk, generasi kaos polos dan generasi sundel bolong. Mengapa merunduk? karena generasi ini sibuk memainkan gadget tanpa menganal waktu sehingga kepala harus merunduk. Kaos dengan sablon sudah sedikit peminatnya, maka lahirlah generasi kaos polos biasanya digunakan oleh lelaki agar terlihat maskulin. Terakhir, ada generasi sundel bolong biasanya menghinggapi wanita cantik dengan pakaian bolong dibelakangnnya. Generasi ini bangga menunjukan punggung tanpa penutup tapi untungnya hanya kaos yang bolong bukan punggungnya.

Sabtu, 30 Juni 2012

Unforgettable Moment, One Day with Hijabers

Untuk pertama kalinya di Indonesia festival hijab digelar di Sabuga Bandung mulai dari tanggal 1315 Juni 2012 telah berhasil menarik perhatian pengunjung yang tidak sedikit.

Jumat, 29 Juni 2012

Aku Mulai Bekerja Besok

Dari hari-hari kemarin aku suka memutar lagu-lagu dari Adera, solois pria yang punya suara ciamik dan kemampuan bermain gitar diatas rata-rata solois lain. Awal pertama mendengar singel "Lebih Indah" ketika diputar di salah satu radio online darisana ada rasa penasaran untuk mencari informasi lebih banyak tentang sang penyanyi. Satu singel lagi yang aku putar hari ini sekaligus menonton video klipnya yaitu "Terlambat" dengan model klipnya Sarah Shafitri. "Jangan menunda sesuatu untuk dikerjakan, jangan tunda, jangan tunda" itu sedikit potongan lirik dari lagu "Terlambat" Adera.

Tidak berlebihan jika aku harus berkata ini seperti hura-hara dalam ruang kehidupan. Tepatnya hari ini, temanku Ozan datang dengan penawaran menjajikan. Penawaran untuk bekerja menjadi seorang operator dengan jadwal shift pagi. Kerjaanku cukup mudah, hanya menjawab setiap pertanyaan yang masuk lewat sms dari jam 08.00 sampai jam 20.00 malam. Tidak hentinya ia menyebut nama supervisor dan meyakinkanku dengan berbagi macam kenikmatan termasuk gaji. "Kalau setuju, sekarang aku langsung telepon pak Endang untuk bilang sudah ada yang mengisi," ungkapnya sambil mencoba memulai percakapan di handphone.

Rutinitas yang biasanya kosong harus terisi dengan kegiatan yang padat saat tawaran sudah diterima. Aku langsung berangkat ke Buah Batu untuk wawancara. Saat sampai di kantor yang dimaksud, aku tidak takjub dengan tatanan konsep rumah modern saat itu karena wajar semua rumah minimalisnya hampir sama. Operator lain sibuk bekerja menjawab setiap sms yang masuk. Kedatanganku tidak mengagetkan, aku memilih untuk duduk sesekali menatap beberapa sudut. Pak Enjang sebagai supervisor masih sibuk mengontol operator yang tengah bertugas.

Dewasa, tenang dan berwibawa tiga hal itu yang kutangkap dari sosok pak Endang ketika mulai mewawancaraiku. Pertanyaan pertama tentang kesiapan dalam hal membagi waktu. Saat bekerja seorang operator dituntut untuk menjawab setiap pertanyaan biasanya pertanyaan beragam sampai dengan curhat hal pribadi. Aku ditugaskan untuk mengisi shift pagi, belum mulai bekerja sudah ada tawaran kenaikan gaji jika sudah bekerja selama 3 bulan dilanjutkan dengan jenjang karier. Selama 1 minggu ada waktu libur 1 hari bebas untuk memilih hari hari. Ada pekerjaan lain selain menjawab pertanyaan yaitu sebagai konsultan politik. Pengakuan dari supervisornya kita tidak mendukung salah satu calon cuma kita tugasnya lebih mempopulerkan politisi yang ingin populer di masyarakat.

Senyuman indah dariku memaniskan akhir wawancara. Mulai besok, aku sudah bisa bekerja dengan membawa CV. Saatnya pagi mengerti, jangan membuatku betah berlama-lama di kasur. Biarkan air mengajakku berpetualang menjawab tantangan. Aku mulai bekerja besok :)

Selasa, 19 Juni 2012

Inilah UAS Mahasiswa Tingkat Akhir

Tuhan bantulah aku karena sesungguhnya, aku ingin menulis walau belum menemukan maksud dan tujuan dalam menulis. Ketika tadi, aku merasa benar-benar menjadi mahasiswa yang masuk kelas dengan pakaian rapi dan jas almamater untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Status mahasiswa tingkat akhir tidak berpengaruh sama sekali untuk merubah pikiran dosen. UAS mata kuliah pendalaman bahasa inggris tetap dilaksanakan hari ini. Satu persatu temanku sudah menempati kursi yang disediakan. Mimilih tempat duduk yang tepat agar bisa tenang mengerjakan dan tidak mendapat gangguan dari para pencari jawaban. Masuk ke kelas sekarang tidak bisa sembarangan karena harus dengan kartu ujian yang berwarna hijau lengkap dengan pas foto.

Saat soal sudah dibagikan dosen berpesan untuk tidak pergi ke toilet, tidak mengaktifkan handphone, dan terakhir tentu saja tidak mencontek. Kertas soal sudah aku pegang tidak ada perasaan gelisah sama sekali membebaniku. Otak mulai mencerna lalu mengajakku berkeliling mencari kebenaran tentang kekosongan jawaban. Aku memperhatikan setiap wajah mulai dari samping kiri dan kanan tidak lupa depan belakang semua terus menimbang-nimbang tentang jawaban yang benar. Kertas penuh soal itu pasti bisa aku taklukan dengan mudah tanpa perlu bantuan dari kementrian pendidikan.

UAS tidak lagi akan kutemui seandainya tidak ada kerinduan untuk mengulang mata kuliah. Sesekali aku ingin mengajakmu menikmati angkringan malam di sudut toko Dani sebagai bentuk suap agar tingkat kesulitanmu menyusut. Masih adakah rasa kepedulian, ketika UAS sudah menjadi barang langka karena skripsi telah menggerogoti setiap waktu luang mahasiswa tingkat akhir. Haruskan terjadi perselisihan antara keduanya karena berebut dari segi kepentingan.

Biarkan mahasiswa tingkat akhir sepertiku menciptakan skripsi tanpa melupakan UAS. Besok-besok aku akan membebaskan UAS dari cengkraman birokrasi kampus agar bisa membuat soal dan jawaban dengan mandiri tanpa bantuan dosen atau pembantunya.

Kamis, 31 Mei 2012

Membangun Bisnis Lewat Komunitas

Sering kali sebelum memulai sesuatu orang Indonesia lebih suka dengan kata permintaan maaf walaupun belum jelas apa kesalahan yang dibuat. Maaf menjadi jalan pembuka dalam menghadapi tantangan kehidupan.Maaf, aku telah meracuni diri dengan sengatan kata dari motivator yang membisikan ajakan untuk tidak bekerja. Wirausaha itu lebih baik daripada karyawan. Mengapa harus wirausaha? karena banyak waktu luang dan tidak perlu diatur oleh orang lain. Alasan paling jujurnya adalah ingin kaya dan bisa berbagi tidak ada alasan lain. Aku memang sengaja datang ke sebuah seminar bisnis berbasis komunitas di gedung Graha Bakti Pos lantai 10.

Belum masuk ke ruang seminar sudah tersaji berbagai macam kreatifitas anak muda kreatif. Mulai dari lukisan sketch, kaos, makanan, sampai ada yang menamakan diri Doktor Promo dengan konsep menjual ide sampai desain untuk bisnis bisa apapun itu. Ada jejak kaki dalam bentuk stiker berwarna-warni menuju tempat seminar merupakan hasil karya mereka juga.

Semua yang terjadi mulai dari pembukaan sampai seminar berakhir semua diceritakan disini. Ada banyak ideide baru dari pembicara, pelaku usaha, peserta, dll

Djoeragan Tempe
Aku baru mendengar dan belum pernah merasakan seperti apa rasa tempe yang dimaksud. Pemilik dari bisnis Tempe Gila memulai bisnis dengan menjadi sales pembalut. Semua perubahan terjadi ketika sudah dekat dengan Tuhan lebat ibadah-ibadah seperti shalat dhuha, sedekah, dll.

myOyeah
Berawal dari sebuah situs www.myoyeah.com mulai muncul pada tahun 2008 dengan satu kata BEDA dari tahun ke tahun terus melakukan inovasi termasuk mendukung industri kreatif anak muda dalam dunia wirausaha.Sekarang menjadi wadah untuk wirausahawan muda yang kreatif dalam hal memasarkan produknya. Tidak hanya sekedar komunitas myOyeah juga punya Sharing Card kartu yang digunakan untuk identitas dan interaksi antar komunitas di myOyeah. Ada sebuah wadah dengan nama Subterrestrial yang diperuntukan bagi musisi yang ingin memulai usaha dengan menjual marchandise band, kuliner, sampai kursus musik.

Doktor Promo 
Dengan baju batik coklat dan gaya yang santai, lelaki bertubuh gempal itu mempresentasikan bisnis yang tengah ia geluti bersama teman-temannya. Doktor Promo itulah bisnis yang bisa dibilang unik dan kreatif karena menjual ide, konsep, dan desain untuk promo produk secara kreatif. Bisa dibilang sebuah konsultan jasa yang menangani juga percetakan untuk promosi lewat flyer, x-banner, billboard, poster, dll. Doktor Promo punya motto "Ide Kami Mahal, Namun Gratis!" jangan takut lagi untuk pergi ke doktor karena doktor promo tidak menyuntik dengan cairan tapi menyuntik kamu dengan ide-ide kreatif untuk promosi produk bisnis. Klik www.doktorpromo.com

Bong Chandra
Motivator termuda se-Asia ini banyak menarik perhatian peserta seminar. Telah menulis buku Unlimited Wealth banyak bercerita tentang bisnis yang digeluti tentang perumahan yang dibangun di daerah gersang di Tangerang.







Selasa, 29 Mei 2012

Sosok Lain Jelmaan Malaikat

7 hari dalam seminggu kulalui dengan berbagai macam kegiatan darisana tercipta jutaan cerita. Tidak ada yang tahu kapan kegelisahan bisa muncul di hari-hari yang telah dilewati. Jika setiap hari Selasa, aku harus masuk kuliah itu bukan sebuah kegelisahan, tapi itu sebuah kecerdikan dari dosen yang mencoba menghindar dari kejamnya hari Senin. Ketika itu duduk seorang lelaki pecandu rokok dengan kumis dan jenggot yang tumbuh subur di mukanya. Aku yakin dia hadir dengan membawa kegelisahan, itu tercermin dari setiap kobaran kata-kata yang keluar dari mulutnya. Fazar Fauzan, kenapa nama itu harus melekat pada dirinya. Jangan tanya diriku, tanyalah pada kedua orangtuanya.

Sesuatu yang tidak pernah terjadi bisa saja terjadi di waktu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Siang tidak seharusnya panas, Ozan (sapaan akrab Fajar Fauzan) telah berhasil menjelma menjadi malaikat tanpa sayap. Kedudukannya telah melebihi pemuka agama di Indonesia, ia berbicara banyak tentang islam dan bagaimana islam sekarang telah terjadi banyak perubahan. Mulai dari organisasi islam seperti NU, islam tradisionalis, sampai aksi penolakan artis lewat pemberitaan di sebuah media televisi dikupas habis-habisan. Jadi, aku, Pradi, Herton, Aad, dan Iqbal telah terbawa menjadi jemaah khutbah di hari Selasa. Jangan heran, kalau tiba-tiba diantara kami ada keinginan untuk shalat dan berbuat baik setelah itu.

"Aku jemput Siti Mariam dulu," ucap Ozan

Dengan sigap, ia melangkah keluar dari ayam Hesti dengan membawa helm untuk menjemput sesosok wanita cantik. Aku duduk menunggu datangnya mereka berdua sambil mencoba mengurai rasa sepi. Kali ini telah datang wanita jelmaan bidadari dengan sayap yang tidak terlihat. Wajahnya putih, suaranya indah, senyumnya manis melebihi manisnya gula. Aku mengerti mengapa Ozan ingin membawanya kesini. Suasana sudah cair, tapi pertanyaan demi pertanyaan terus dilancarkan kepada Siti dengan maksud untuk menciptakan sebuah rasa. Keinginan untuk memiliki sebuah jalinan rasa. Sajian makanan sudah menanti, aku langsung memulai dengan minuman cappucino dingin dilanjutkan dengan nasi ayam penyet begitu juga dengan mereka berdua duduk di kursi yang saling berdekatan.

Makan siang kali ini merupakan ritual berbagi hasil dari uang beasiswa. Selesai makan, Ozan langsung mengantar Siti Mariam untuk pulang kembali ke kampus. Inilah jembatan untuk melanjutkan lewat berbagai macam jalan karena berbagai kemungkinan bisa terjadi tidak hanya di hari Selasa,bisa saja di hari Rabu, Kamis, Jumat, atau Sabtu.

Kamis, 24 Mei 2012

Mengejar Hijaber

Ini bukan cerita tentang perlombaan lari maraton, estafet atau jenis lari lainnya.Sore tadi, aku bertemu dengan temanku Opik dari jurusan Ilmu Hukum, dia berpakian rapi layaknya pemerhati politik atau seperti asisten dosen yang baru pulang mengajar. Opik bertanya banyak hal padaku lalu aku bertanya sedikit hal kepadanya. Aku menangkap bahwa Opik suka menulis walau tidak berdasarkan teori. Hal terpenting menulis bisa menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang dan itu benar.

Hari kemarin, aku mengikuti seminar konvergensi media yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurnalistik dalam rangka memeriahkan ulang tahun yang ke-14. Di seminar itu aku mendapat banyak ide baru dari para pembicara seperti Yudha (Praktisi Citizen Journalism), Heri Ruslan (Redaktur Republika Online), dan Enjang Muhaemin. Saat seminar sudah berlangsung, aku ingin mengajak seseorang yang biasanya aku godai. Senyum indahnya sudah lama tidak melintas di telingaku, suaranya tidak bisa aku raba, itulah alasan mengapa aku ingin dia ada. Fatia, aku memanggilmu untuk datang bersamaku.

Sapaan lain datang ketika telepon genggamku mulai berdering seperti jeritan halilintar, aku berbicara dengan suara wanita yang masih asing. Asing bukan karena belum pernah bertemu karena belum aku ketahui maksud dan tujuannya meneleponku. Kini percakapan antara kita sudah terjalin, wanita itu adalah panitia dari Hijab Fest 2012 yang ingin menyampaikan kalau kampus UIN mendapatkan kesempatan untuk menampilkan komunitas hijabers di acara nanti. Penampilan bisa dengan berbagai macam seperti fashion show, penampilan kreasi seni, kampanye, dll. Setahuku di kampus belum ada komunitas hijaber tapi ada beberapa orang yang mahasiswi yang aktif di komunitas hijaber luar kampus. Setelah telepon berakhir, aku harus langsung mencari dan menemukan komunitas hijaber itu. Momen pertama yang sayang untuk dilewatkan.

Tidak mudah jika aku hanya diam dan tidak mencari komunitas hijaber untuk mewakili kampus. Langkah awal adalah bertanya kepada teman. Dari banyaknya teman yang aku tanyai tidak seorangpun yang tahu bahkan berbalik tanya tentang apa itu hijab? Pencarian berlanjut lewat jejaring sosial twitter darisana mulai muncul mention dari followers yang berbagi banyak informasi. Aku menemukan seorang mahasiswi bernama Putri Imaniar @putri_imaniar jurusan psikologi yang aktif di komunitas Hijaber Bandung. Menurutnya kegiatan dari komunitas ini teramat banyak seperti tugas yang ditumpuk Mulai dari pengajian, workshop, personality class, sampai hijab tutorial.

Saat ditemui aku harus menerima kenyataan kalau memang Putri adalah anggota hijaber yang totalitas. Terlihat dari pakaian dan kerudung yang digunakan, dipadu dengan polesan make up menjadikan dirinya seorang pejuang hijaber. Itu nyata dan tidak ada rekayasa. Jadwal padat menjadikan obrolan siang itu harus padat berisi. Selama aktif di komunitas hijaber, hanya sedikit dari mahasiswi UIN yang tertarik untuk bergabung. Jadi untuk di kampus sendiri tidak ada komunitas hijaber. Isi otakku berkata, harus ada perwakilan dari kampus UIN yang tampil di acara Hijab Fest bulan Juni nanti. Putri mencoba membantuku dengan menghubungi teman hijabernya yang lain. Memang sedikit dari UIN yang ikut komunitas jadi untuk bisa ngobrol sulit sekali. Ada beberapa anggota lainnya seperti Alawiyah dan Rere.

Jadi, selain aktif di komunitas Putri juga mempunyai sebuah butik dan menjadi personil dari grup musik islami Fatira. Fatira beranggotakan Putri, Yora dan Atifah biasa bernyanyi minus one lagu "Muhasabah Cinta". Jika dirasa tepat Fatira akan mewakili kampus untuk tampil di Hijab Fest 2012. Namun itu belum diputuskan karena mengejar hijaber lainnya dirasa perlu dan tidak bisa dilewatkan. Hijab tidak lagi menjadi penutup kepala. Tapim kini ada nilai lain yang diangkat yaitu gaya hidup dan status.